Wednesday, November 19, 2014

TSANTAAA BAB X MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA


DOSEN                   : ROWLAND BISMARK FERNANDO PASARIBU
MATA KULIAH     : PENGANTAR BISNIS (SOFTSKILL)
TANGGAL POST   : 18 NOVEMBER 2014
SESUAI SAP BAB X MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA
UNIVERSITAS GUNADARMA 2014


BAB 10 MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA

10.1 Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia
Di waktu yang lalu manajemen sumber daya manusia seringkali disebut dengan istilah manajemen personalia ini mempunyai konotasi bahwa sifatnya hanyalah mengerjakan hal-hal yang bersifat administratif saja. Sedangkan manajemen sumber daya manusia, ruang lingkupnya lebih luas daripada hanya sekedar hal-hal yang bersifat administratif. (Pandji Anoraga,1997).
Manajemen SDM berhubungan dengan keputusan organisasi yang berdampak pada angkatan kerja atau angkatan kerja potensial perusahaan. Organisasi membutuhkan kemampuan manajerial, dan SDM, dan menerapkan prosedur yang optimal untuk tujuan kepuasaan konsumen. Bagian sumber daya manusia akan sangat efektif, jika kebijaksanaan manajemen sumber daya manusia dan kegiatannya dibuat sesuai dengan misi dan tujuan khusus organisasi sehubungan dengan kebutuhan konsumen.

10.2 Aktivitas Manajemen Sumber Daya Manusia
Kegiatan manajemen sumber daya manusia adalah membangun keunggulan bersaing karena keunggulan bersaing merupakan implementasi strategik, menciptakan suatu kapasitas untuk berubah, dan membangun kesatuan strategik.
Untuk membangun ketiga hal tersebut, manajemen sumber daya manusia dapat menggunakan 6 bidang kegitan yaitu : (Bernardin & Russel, 1999).
1. Desain Organisasi
Meliputi perencanaan tugas dan perkerjaan berdasarkan pada interaksi orang-orang, teknologi, dan tugas-tugas untuk mencapai misi, tujuan, dan rencana strategik organisasi.
2. Staffing
Staffing harus dilakukan dengan aliran orang ke, melalui, dan dari organisasi. Penarikan tenaga kerja, orientasi karyawan, seleksi dan promosi merupakan beberapa fungsi yang menjadi wewenang manajemen sumber daya manusia. 
3. Komunikasi dan hubungan masyarakat
Adalah mengenai penyebaran informasi diantara perkerja, manajemen, pelanggan, dan lembaga diluar organisasi lainnya.
4. Kinerja manajemen
Meliputi penilaian individu, unit atau tingkat kinerja keseluruhan untuk diukut kinerja kerjanya.
5. Sistem reward, benefit dan pemenuhan
Harus dilakukan dengan beberapa tipe reward/benefit yang mungkin tersedia bagi para perkerja seperti kompensasi, pembayaran jasa, pembagian profit, pemeliharaan kesehatan, vakansi dan pensiun.
6. Pengembangan karyawan dan organisasi

10.3 Keunggulan Bersaing Melalui SDM
Keunggulan bersaing berkenan dengan kemampuan suatu organisasi untuk merumuskan strategi untuk mengeksploitasi peluang yang menguntungkan, karena itu memaksimalkan pendapatan investasinya. Dua prinsip utama adalah nilai yang diterima pelanggan dan keunikkan, menggambarkan tingkat suatu bisnis memiliki keunggulan bersaing.

10.4 Analisis Jabatan
Merupakan suatu proses untuk mengumpulkan informasi mengenai suatu jabatan. Analisis jabatan ini merupakan suatu usaha untuk mengurangi kata-kata tentang sesuatu yang orang kerjakan dalam lingkungan kerja.
Langkah-langkah analisis jabatan :
1. Penentuan tugas, aktivitas, perilaku utama yang dilakukan pada suatu jabatan.
2. Mengindentifikasi pengetahuan, kemampuan, keterampilan, dan karakteristik lainnya yang diperlukan untuk melakukan tugas.

10.4.1 Tujuan Analisis Jabatan
Analisis jabatan digunakan untuk beragam tujuan baik oleh sektor swasta maupun publik, terutama di perusahaan besar. Dalam perusahaan kecil cenderung menggunakan pendekatan formal untuk melakukan analisis jabatan dan mungkin malahan sedikit menggunakan metode terstruktur untuk menulis deskripsi dan merancang spesifikasi jabatan.

10.4.2 Metode Pengumpulan Data Analisis Jabatan
Berbagai metode digunakan untuk mengumpulkan informasi tentang perkerjaan, termasuk observasi, melakukan perkerjaan, interview, catatan, dan daftar pertanyaan.

10.5 Penarikan Tenaga Kerja
Penarikan tenaga kerja merupakan proses pencarian dan pengikatan calon karyawan yang mampu melamar sebagai karyawan. Proses ini dimulai ketika para pelamar dicari dan berakhir bila lamaran-lamaran mereka diserahkan. Hasilnya adalah sekumpulan pencari kerja dari mana karyawan baru diseleksi. Proses penarikan tenaga kerja penting karena kualitas SDM organisasi (perusahaan) tergantung pada kualitas penarikannya.
Memilih tenaga kerja bukanlah perkerjaan yang mudah. Meskipun menilai seseorang merupakan perkerjaan yang sulit tetapi keberhasilan pemilihan karyawan akan sangat membantu memanjukan organisasi perusahaan. Metode yang lazim digunakan dalam memilih tenaga kerja meliputi :
a) Wawancara pendahuluan
b) Pengisian formulir
c) Memeriksa referensi
d) Tes psikologi
e) Wawancara (lanjutan)
f) Persetujuan atasan langsung
g) Pemeriksaan kesehatan
h) Induksi/ orientasi

11.6 Teori Motivasi
Motivasi merupakan hal yang mendorong seseorang berbuat sesuatu. Suatu motivasi individu dapat timbul dari dalam diri individu dan dapat timbul dari luar individu.
Ciri-ciri motivasi adalah :
1. Majemuk
2. Dapat berubah-ubah
3. Berbeda-beda bagi tiap individu
4. Ada beberapa motif yang tidak disadari oleh individu yang bersangkutan.

11.7 Pengertian Kerja
Kerja dan berkerja ini merupakan bagian paling mendasar/esensial dari kehidupan manusia yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Seseorang berkerja karena ada sesuatu yang hendak dicapainya dan orang berharap bahwa aktivitas kerja yang dilakukannya akan membawanya kepada suatu keadaan yang lebih memuaskan daripada sebelumnya. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa pada diri manusia terdapat kebutuhan-kebutuhan yang pada saatnya membentuk tujuan-tujuan itu yang hendak dicapainya dan dipenuhinya. Demi mencapai tujuan-tujuan itu, orang terdorong melakukan aktivitas yang dikenal sebagi kerja.
Berkerja sebenarnua tidak hanya sekedar mengejar kekayaan menurut hawa nafsu, akan tetapi juga harus dilandasi idealisme. Antara berkerja dan idealisme, tentu tidak dapat dipisahkan. Keduanya saling memberikan semangat dan nafas untuk menciptakan suasana lebih positif. Melalui berkerja dapat diperoleh beribu pengalaman manis maupun pahit. Dorongan berkerja, bahwa hari esok harus lebih baik daripada hari ini, dituntut kerja keras, kreatif dan siap menghadapi tantangan.

10.8 Pengembangan Karier
Karier merupakan suatu urutan promosi ke jabatan-jabatan yang lebih menuntut tanggung jawab atau lokasi-lokasi yang lebih baik dalam hierarki hubungan kerja selama kehidupan kerja seseorang. Karier merupakan sejarah perkerjaan seseorang atau serangkaian posisi yang dipegangnya selama kehidupan kerja.
Organisasi harus mengambil peran aktif dalam perencanaan karier karyawan. Perencanaan karier perlu ditangani karena rencana-rencana SDM menunjukkan berbagai kebutuhan staffing organisasi di waktu yang akan datang dan berkaitan kesempatan-kesempatan karier. Berbagai manfaat yang akan diperoleh bila organisasi terlibat dalam perencanaan karier adalah :
a. Mengangkat potensi karyawan
b. Megembangkan para karyawan yang dapat dipromosikan
c. Menurunkan peraturan karyawan
d. Mengurangi penimbunan
e. Memuaskan kebutuhan karyawan
f. Membantu pelaksanaan rencana-rencana kegiatan yang telah disetujui

10.9 Produktifitas Kerja
Produktifitas mengandung pengertian yang berkenan dengan konsep ekonomis, filosofis dan sistem. Sebagai konsep ekonomis produktifitas berkenan dengan usaha atau kegiatan manusia untuk menghasilkan barang atau jasa yang berguna untuk  pemenuhan kebutuhan hidup manusia dan masyarakat pada umumnya.
Sebagai konsep filosofis, produktifitas mengandung pandangan hidup dan sikap mental yang selalu berusaha untuk meningkatkan mutu kehidupan di mana keadaan hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, dan mutu kehidupan hari esok harus lebih baik dari hari ini. Hal ini memberi dorongan untuk berusaha dan mengembangkan diri.
Sedangkan konsep sistem, memberikan pedoman pemikiran bahwa pencapaian suatu tujuan harus ada kerja sama/ keterpaduan dari unsur-unsur yang relevan sebagai sistem.
Faktor-faktor yang mempengaruhi produktifitas kerja
1. Motivasi
Pimpinan organisasi perlu mengetahui motivasi kerja dari anggota organisasi (karyawan). Dengan mengetahui organisasi itu maka pimpinan dapat mendorong karyawan berkerja lebih baik.
2. Pendidikan
Pada umumnya seseorang mempunyai pendidikan yang lebih tinggi akan mempunyai produktifitas kerja yang lebih baik, dengan demikian ternyata merupakan syarat penting dalam meningkatkan produktifitaa kerja karyawan. Tanpa bekal pendidikan mustahil orang akan mudah dalam mempelajari hal-hal yang bersifat baru didalam cara atau suatu sistem kerja.
3. Disiplin Kerja
Disiplin kerja adalah sikap kejiwaan seseorang atau kelompok yang senantiasa berkehendak untuk mengikuti segala peraturan yang telah ditentukan.
4. Keterampilan
Keterampilan banyak pengaruhnya terhadap produktifitas kerja karyawan, keterampilan karyawan dalam perusahaan dapat tingkatkan melalui training, kursus-kursus dan lain-lain.
5. Sikap etika kerja
Sikap seseorang dalam membina hubungan yang serasi, selaras dan seimbang didalam kelompok itu sendiri maupun dengan kelompok lain. Etika dalam hubungan kerja sangat penting karena dengan tercapainya hubungan yang selaras dan serasi serta seimbang antara perilaku dalam proses produksi akan meningkatkan produksi.
6. Gizi dan kesehatan
Daya tahan tubuh seseorang biasanya dipengaruhi oleh gizi dan makanan yang didapat, dengan itu akan mempengaruhi kesehatan karyawan dan berpengaruh terhadap produktifitas kerja karyawan.
7. Tingkat penghasilan
Penghasilan yang cukup berdasarkan prestasi kerja karyawan karena semakin tinggi prestasi karyawan akan makin besar upah yang diterima.
8. Lingkungan kerja dan iklim kerja
Lingkungan kerja dari karyawan di sini termasuk hubungan kerja antar karyawan, hubungan dengan pimpinan, suhu serta lingkungan kerja, penerangan,dsb.
9. Teknologi
Dengan adanya kemajuan teknologi meliputi peralatan yang semakin otomatis dan canggih, akan dapat mendukung tingkat produksi dan mempermudah manusia dalam melaksanakan perkerjaan.
10. Saran produksi
Faktor-faktor produksi harus memadai dan saling mendukung dalam proses produksi.
11. Jaminan sosial
Perhatian dan pelayanan perusahaan kepada setiap karyawan menunjang kesehatan, dan keselamatan.
12. Manajemen
Dengan adanya manajemen yang baik, maka karyawan akan berorganisasi dengan baik, dengan demikian produktifitas kerja karyawan akan tercapai.
13. Kesempatan berprestasi
Setiap orang mengembangkan potensi yang ada dalam dirinya, dengan diberikan kesempatan berprestasi, maka karyawan akan meningkatkan produktifitas.

10.10 Kepuasaan Kerja dan Stress
Berkerja adalah seseorang yang berkerja dapat merasakan dua hal, yang pertama adalah mereka puas dan yang kedua mereka tidak puas atau bahkan mengalami stress, merasa tertekan dengan perkerjaan maupun lingkungan kerjanya. Kepuasaan kerja mencerminkan perasaan seseorang terhadap perkerjaanya dan segala sesuatu yang dihadapi dalam lingkungan kerja.
. Stress merupakan suatu kondisi ketegangan yang mempengaruhi emosi, proses berpikir dan kondisi seseorang. Stress yang terlalu besar akan mengancam kemampuan seseorang untuk menghadapi lingkungan dan sebagai hasilnya akan menganggu pelaksanaan kerja mereka. Sebab-sebab stress yang berasal dari perkerjaan dapat disebutkan antara lain: beban kerja yang berlebihan, konflik antarpribadi ataupun kelompok dan frustasi.

10.11 Pemimpin dan Teori Kepemimpinan
Kepemimpinan adalah kemampuan mempengaruhi aktivitas orang lain melalui komunikasi, baik individual maupun kelompok ke arah pencapaian tujuan. Kemampuan mempengaruhi orang lain ini mempunyai maksud yaitu untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Seorang pemimpin atau manajer adalah orang yang memiliki posisi tertentu dalam hierarki organisasi. Ia harus dapat membuat perencanaan, pengorganisasian, dan pengawasan serta keputusan yang efektif.
Manajer harus mampu memperlihatkan kepemimpinannya, kemampuan mempengaruhi orang lain merupakan inti dari kepemimpinan. Untuk dapat mempengaruhi orang lain, manajer perlu mengetahui beberapa strategi antara lain :
1. Menggunakan fakta dan data untuk mengemukakan argumen dan alasan yang logis
2. Bersikap bersahabat dan mendukung upaya yang baik dalam perusahaan
3. Memobilisasi atau mengaktifkan orang lain untuk melaksanakan perkerjaan
4. Melakukan negosiasi
5. Menggunakan pendekatan langsung dan kalau terpaksa menggunakan paksaan
6. Memperoleh dukungan dari atasan atau orang yang memiliki kedudukan lebih tinggi dalam organisasi
7. Memberikan sangsi dan hukuman terhadap perilakunya yang menyimpang

Tipe Kepemimpinan
Ada 3 yaitu :
a) tipe otokratis
b) tipe demokratis
c) tipe laisser faire
Dalam tipe otokratis ( otoriter) dibagi 3 yaitu :
1) otokratis keras
2) otokratis baik
3) otokratis inkompeten
Tipe otokratis keras, mempunyai sifat sbb : memegang teguh prinsip-prinsip yang telah ditetapkan.
Tipe otokratis baik, mempunyai sifat selain otokratis, ada beban pikiran lain, untuk berbuat dan bertanggung jawab baik terhadap bawahan maupun karyawan.
Tipe otokratis inkompeten, mempunyai sifat berusaha mendominasi orang lain, berusaha untuk berkuasa mutlak, tidak imbang jiwanya, tingkah lakunya tergantung emosi sesaat, memaksa bawahan mematuhi perintahnya tanpa mempertimbangkan kemampuan bawahan.
Tipe demokratis tulen, mempunyai sifat mau mendengarkan masukkan dari bawahan, menekankan rasa tanggung jawab dan kerja sama yang baik pada setiap anggota.
Tipe demokratis palsu, mempunyai sifat berusaha untuk menjadi demokratis. Tergantung pada emosi dan banyaknya beban pikiran yang dihadapi.
Tipe laisser faire, mempunyai sifat karakter lemah, tidak punya pendirian yang kokoh, tidak dapat mengendalikan anak buah, tidak mampu mengoordinasikan bawahan, tidak bisa menciptakan suasana kerja yang kooperatif.

sumber : Anoraga, Pandji.Pengantar Bisnis: Pengelolaan Bisnis dalam Era Globalisasi.2011. Jakarta. PT Rineka Cipta


ATTENTION : NO COPY PASTE !!!!, NO COPY PASTE!!!! , NO COPY PASTE !!!!. HARGAI KERJA KERASKU MERANGKUM BAB INI SEHARIAN. TERIMA KASIH :)

Monday, November 10, 2014

TSANTAAA BAB IX MANAJEMEN KEUANGAN PERUSAHAAN


DOSEN                   : ROWLAND BISMARK FERNANDO PASARIBU
MATA KULIAH     : PENGANTAR BISNIS (SOFTSKILL)
TANGGAL POST   : 11 NOVEMBER 2014
SESUAI SAP BAB IX MANAJEMEN KEUANGAN PERUSAHAAN
UNIVERSITAS GUNADARMA 2014



BAB 9 MANAJEMEN KEUANGAN PERUSAHAAN

Manajemen keuangan perusahaan adalah aktivitas yang terkait dengan perencanaan dan pengendalian perolehan serta pendistribusian aset-aset keuangan perusahaan.
9.1 PERAN DAN TANGGUNG JAWAB MANAJER KEUANGAN
Peran dan tanggung jawab manajer keuangan meliputi perolehan dana, pengumpulan dana, pembayaran utang perusahaan, pengendalian keseimbangan kas perusahaan, serta perencanaan kebutuhan keuangan. Secara keseluruhan, tanggung jawab utamanya adalah meningkatkan nilai perusahaan atau dengan kata lain bagaimana meningkatkan kesejahteraan para pemegang saham perusahaan.
9.1.1 Penganggaran Modal (Capital Budgeting)
Adalah seluruh proses perencanaan dan pengambilan keputusan yang berkenan dengan pengeluaran dana yang jangka waktu pengembaliannya melebihi satu tahun.
9.1.2 Penggolongan Investasi Aktiva Tetap dan Pemilihan Alternatif
Tersedia berbagai cara penggolongan usulan investasi dalam aktiva tetap, diantaranya :
1. Investasi Penggantian
2. Investasi Penambahan Kapasitas
3. Investasi Penambahan Jenis Produk Baru
4. Investasi Lain-lain
9.1.3 Metode Penilaian Investasi
Penganggaran modal menempati posisi penting, karena sebelum perusahaan memutuskan akan melaksanakkan suatu usulan investasi tertentu, sangat perlu melakukan evaluasi atas kelayakan investasi tersebut. Beberapa penggolongan metode yang dapat digunakan dengan kelebihan serta kelemahannya masing-masing akan dibahas pada bagian ini :
1. Metode yang mendasarkan perhitungan atas keuntungan akuntansi
2. Metode yang mendasarkan perhitungan atas dasar cash flow (arus kas)
9.1.4 Arus Kas Masuk (cash inflow) & Arus Kas Keluar (Cash Outflow)
Setiap usulan pengeluaran modal selalu mengandung dua macam aliran kas yaitu :
1. Aliran kas keluar netto, yaitu aliran uang tunai yang dibutuhkan untuk investasi baru
2. Aliran kas masuk netto, yaitu aliran uang tunai masuk sebagai hasil dari investasi baru dan sering pula disebut net cash proceeds.

9.1.5 Metode Accounting Rate of Return/Average Rate of Return
Metode ini menggunakan presentase keuntungan netto setelah pajak atas investasi awal atau rata-rata investasi awal. Data keuntungan dalam perhitungan ini diperoleh dari reported accounting income.
Kelebihan dari metode ini :
         Sederhana dan mudah dimengerti
         Metode ini menggunakan data akuntansi yang sudah tersedia sehingga tidak memerlukan perhitungan tambahan
Kelemahan dari metode ini :
         Tidak memperhitungkan "time value of money"
         Menitikberatkan pada laba akuntansi dan bukan pada arus kas dari investasi bersangkutan
         Merupakan pendekatan jangka pendek dengan menggunakan angka rata-rata yang dapat menyesatkan
         Kurang memperhitungkan jangka waktu investasi
9.1.6 Metode Masa Pengambalian Investasi
Metode ini mendasarkan perhitungan pada arus kas investasi. Dalam metode ini akan dihitung, berapa lama arus kas masuk dapat menutupi aliran kas keluar yang dipakai sebagai investasi awalnya. Salah satu kebaikan metode payback period adalah mudah dimengerti dan mudah diterapkan. Sedangkan kelemahan dari metode payback period adalah :
• Mengabaikan penerimaan-penerimaan investasi atau proceeds yang diperoleh sesudah payback period tercapai, sehingga kriteria ini bukan alat pengukur profitability, melainkan hanya alat pengukur rapidity kembalinya dana.
• Metode  ini juga mengabaikan "Time value of money"

9.1.7 Metode Net Present Value
Adalah metode yang cukup populer digunakan dalam penilaian investasi karena mampu mengatasi kelemahan dari metode penilaian lain yaitu memperhatikan nilai waktu dari uang (time value of money)
9.1.8 Metode Profitability Index
Pada prinsipnya, metode ini memiliki kelebihan dan kelemahan yang hampir sama dengan metode NPV. Menurut metode ini, sebuah usulan investasi akan diterima apabila angka Profitability Index (PI) dari usulan tersebut menjadi pelengkap bagi perhitungan dalam menentukan usulan investasi mana yang akan dipilih apabila perusahaan memiliki keterbatasan dana.
9.1.9 Metode Internal Rate of Return (IRR)
Didefinisikan sebagai tingkat bunga yang akan menjadi nilai sekarang dari proceeds yang diharapkan akan diterima sama dengan nilai sekarang dari pengeluaran modal. Dengan kata lain Internal Rate of Return adalah suatu tingkat bunga  yang menghasilkan NPV suatu investasi sama dengan nol.


9.2 PERENCANAAN KEUANGAN (FINANCIAL PLANNING)
Rencana keuangan adalah tencana usaha untuk mencapai posisi keuangan yang dicari di masa mendatang. Untuk membangun rencana keuangan, perlu dicermati beberapa pertanyaan Sbb :
- Berapa jumlah dana yang harus dimiliki perusahaan agar dapat menutup kebutuhan jangka pendeknya ?
- Kapan dana tersebut dibutuhkan ?
- Dari mana diperoleh untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek maupun jangka panjangnya ?
9.2.1 Mengapa Perusahaan Membutuhkan Dana ?
Setiap perusahaan membutuhkan dana untuk tetap beroperasi, karna kegagalan dalam membayar pemasok dapat membuat bangkrutnya usaha. Manajer harus dapat membedakan dua jenis pengeluaran :
1. Pengeluaran Jangka Pendek
Adalah pengeluaran yang muncul dalam aktivitas bisnis sehari-hari. Pengeluaran jangka pendek meliputi dana yang ditanamkan pada persedian, pengeluaran untuk pembayaran upah dan gaji karyawan, serta biaya operasi lainnya.
2. Pengeluaran Jangka panjang
Sebagai tambahan untuk memenuhi kebutuhan dana bagi pengeluaran operasionalnya, perusahaan juga membutuhkan dana untuk membiayai pengeluaran aktiva tetap. Aktiva tetap adalah aktiva yang memiliki nilai dan masa pemakaian panjang contohnya, investasi tanah, gedung dan pembelian mesin-mesin.

9.2.1 Pembelanjaan/Pembiayaan Perusahaan
Untuk memenuhi kebutuhan akan pengeluaran jangka pendek maupun jangka panjang, perusahaan membutuhkan dana yang tidak saja dapat dipenuhi oleh kemampuan modal awal dari pemilik serta kemampuannya dalam menghasilkan laba, tetapi juga dana dari luar perusahaan seiiring dengan perkembangan kemajuan usahanya,

sumber : Fuad, M dkk. 2000.Pengantar Bisnis. Jakarta. PT Gramedia Pustaka Utama.




ATTENTION : NO COPY PASTE !!!!, NO COPY PASTE!!!! , NO COPY PASTE !!!!. HARGAI KERJA KERASKU MERANGKUM BAB INI SEHARIAN. TERIMA KASIH :)



TSANTAAA BAB VII MANAJEMEN PRODUKSI


DOSEN                   : ROWLAND BISMARK FERNANDO PASARIBU
MATA KULIAH     : PENGANTAR BISNIS (SOFTSKILL)
TANGGAL POST   : 11 NOVEMBER 2014
SESUAI SAP BAB VII MANAJEMEN PRODUKSI
UNIVERSITAS GUNADARMA 2014


BAB 7 MANAJEMEN PRODUKSI

7.1 PERKEMBANGAN MANAJEMEN PRODUKSI
Manajmen produksi berkembang setelah manusia menghasilkan barang dan jasa. Beberapa faktor penunjang : 
1. Adanya pembagian kerja dan spesialisasi
2. Revolusi Industri
3. Perkembangan alat dan teknologi yang mencakup penggunaan komputer
4. Perkembangan ilmu dan metode kerja yang mencakup metode ilmiah, hubungan antarmanusia, dan model kepuasaan

7.2 PENGERTIAN MANAJEMEN PRODUKSI
Pengertian manajemen produksi merupakan kegiatan untuk mengatur dan mengkoordinasikan penggunaan sumber-sumber daya berupa sumber daya manusia, sumber daya alat, dan sumber daya dana serta bahan secara efektif dan efisien, untuk menciptakan dan menambah kegunaan suatu barang atau jasa. Banyak upaya yang dilakukan untuk meningkatkan produktifitas. Dalam peningkatan produktifitas dijumpai 2 permasalahan penting :
1. Produktifitas akan meningkat bila terdapat perbaikan kondisi kerja
2. Beberapa peningkatan produktifitas tidak dapat membantu organisasi secara keseluruhan, karena hasilnya terkait dengan perbaikan pada bidang tertentu, sedangkan bidang lainnya tidak terpengaruh.

7.3 PENGERTIAN PRODUKSI
Secara umum produksi diartikan sebagai suatu kegiatan atau proses yang mentransformasikan masukan (input) menjadi keluaran (output). Dalam arti sempit, pengertian produksi hanya dimaksudkan sebagai kegiatan yang menghasilkan barang, baik barang jadi atau setengah jadi, barang industri, suku cadang, maupun komponen-komponen penunjang.

7.4 PROSES PRODUKSI
1. Kelangsungan Hidup
(1) Produksi Terus-menerus
Dilakukan sebagai proses untuk mengubah barang-barang. Dalam proses produksi ini walaupun terjadi perubahan model, susunan, dan fungsi alat-alat mesin yang dipakai tidaklah berubah.
(2) Produksi yang Terputus-putus
Proses produksi ini dilakukan berdasarkan pesanan yang sesuai dengan keperluan pemesanan.
2. Teknik
(1) Proses ekstraktif : Suatu proses pengambilan langsung dari alam, seperti kayu, perikanan, dan pertambangan
(2) Proses Analitis : Proses memisahkan bahan-bahan, sepeti minyak mentah, menjadi minyak bersih
(3) Proses Pengubahan : Proses perubahan bentuk, seperti alat-alat rumah tangga
(4) Proses Sintetis : Proses mencampur dengan unsur-unsur lain, seperti bahan-bahan kimia.

7.5 PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM MANAJEMEN PRODUKSI
Dalam mengatur dan mengkoordinasikan penggunaan sumber-sumber daya, manajer produksi perlu membuat keputusan-keputusan yang berhubungan dengan upaya-upaya untuk mencapai tujuan, agar barang-barang dan jasa-jasa yang dihasilkan sesuai dengan tepat seperti yang diharapkan yaitu tepat mutu, tepat jumlah, dan tepat waktu dengan biaya rendah. Bidang produksi mempunyai 5 tanggung jawab produksi keputusan utama :
1. Proses
2. Kapasitas
3. Persediaan
4. Tenaga kerja
5. Mutu/ Kualitas

7.6 RUANG LINGKUP MANAJEMEN PRODUKSI
Manajemen produksi merupakan kegiatan yang cakupannya cukup luas, dimulai dari analisis dan penetapan keputusan sebelum dimulainya kegiatan produksi. Keputusan-keputusan bisa berjangka panjang seperti keputusan-keputusan pada waktu penyiapan. Atau bisa juga berupa keputusan pelaksanaan kegiatan produksi serta pengoperasian yang pada umumnya berjangka pendek.

7.7 FUNGSI SERTA SISTEM PRODUKSI DAN OPERASI
7.7.1 Fungsi produksi dan operasi
Secara umum fungsi produksi terkait dengan pertanggungjawaban dalam pengolahan dan pengubahan masukan menjadi keluaran berupa barang atau jasa yang akan memberikan pendapatan bagi perusahaan. 4 fungsi terpenting dalam produksi dan operasi :
1. Proses pengolahan, merupakan metode atau teknik yang digunakan untuk pengolahan masukkan
2. Jasa-jasa penunjang, merupakan saran berupa pengorganisasian yang perlu untuk penetapan teknik dan metode yang akan dijalankan.
3. Perencanaan, merupakan penetapan keterkaitan dan pengorganisasian dari kegiatan produksi dan operasi yang akan dilakukan dalam suatu dasar waktu tertentu.
4. Pengendalian atau Pengawasan, merupakan fungsi untuk menjamin terlaksananya kegiatan sesuai rencana.

6.7.2 Sistem Produksi dan Operasi
Adalah suatu keterkaitan unsur-unsur yang berbeda secara terpadu, menyatu, dan menyeluruh dalam pentransformasian masukan menjadi keluaran.

sumber : Fuad, M dkk. 2000. Pengantar Bisnis. Jakarta. PT Gramedia Pustaka Utama.

ATTENTION : NO COPY PASTE !!!!, NO COPY PASTE!!!! , NO COPY PASTE !!!!. HARGAI KERJA KERASKU MERANGKUM BAB INI SEHARIAN. TERIMA KASIH :)