Sunday, November 9, 2014

TSANTAAA BAB V MANAJEMEN DAN ORGANISASI

DOSEN                   : ROWLAND BISMARK FERNANDO PASARIBU
MATA KULIAH     : PENGANTAR BISNIS (SOFTSKILL)
TANGGAL POST   : 9 NOVEMBER 2014
SESUAI SAP BAB V MANAJEMEN DAN ORGANISASI
UNIVERSITAS GUNADARMA 2014

BAB 5 MANAJEMEN DAN ORGANISASI

5.1 PENGERTIAN MANAJEMEN
Manajemen merupakan suatu proses yang melibatkan kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian yang dilakukan untuk mencapai sasaran perusahaan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya.
Dalam mencapai tujuannya, selain memanfaatkan sumber-sumber daya yang ada, manajemen juga menggunakan metode ilmiah dan seni dalam setiap pendekatan atau penyelesaian masalah-masalah yang dihadapi. Metode ilmiah yang digunakan umumnya meliputi kegiatan sebagai berikut :
1.     Mengetahui adanya persoalan
2.     Mendefinisikan persoalan
3.     Menggumpulkan fakta, data, dan informasi
4.     Menyusun alternatif penyelesaian
5.     Mengambil keputusan dengan memilih salah satu alternatif penyelesaian
6.     Melaksanakan keputusan serta melakukan tindak lanjut

5.2 LATAR BELAKANG SEJARAH MANAJEMEN
Pada bagian terdahulu telah dikemukakan bahwa setiap perusahaan mempunyai tujuan yang telah ditetapkan, karena tujuan itulah yang akan memberikan arah bagi kegiatan yang akan dilakukan serta digunakan untuk mengukur efektivitas kegiatannya. Untuk mencapai tujuan tersebut, perusahaan harus pandai dalam mengelola faktor-faktor produksi yang ada didalam perusahaannya. Faktor-faktornya adalah tenaga kerja, bahan baku, mesin, metode, uang atau modal. Keenam faktor harus tersebut harus dikembangkan semaksimal mungkin oleh perusahaan dengan menggunakan fungsi-fungsi manajemen.

5.3 FUNGSI-FUNGSI MANAJEMEN
Manajemen memiliki fungsi-fungsi yaitu :
1.     Perencanaan
2.     Pengorganisasian
3.     Pengarahan
4.     Pengendalian
5.3.1 Perencanaan
Perencanaan adalah fungsi terpenting diantara semua fungsi manajemen. Jadi, perencanaan diperlukan untuk membawa perusahaan ke sasaran atau tujuan yang ingin dicapainya di masa yang akan datang. Perencanaan yang baik dapat memberikan beberapa keuntungan seperti :
1.     Dapat mengidentifikasikan peluang di masa depan
2.     Mengantisipasi dan menghindari permasalahan di masa depan
3.     Mengembangkan rangkaian langkah strategik dan taktik
Perencanaan mempunyai bentuk- bentuk yaitu :
a. Tujuan (objective)
Tujuan merupakan suatu sasaran kegiatan yang sedapat mungkin dicapai dalam jangka waktu tertentu.
b. Kebijakan (policy)
Kebijakan adalah suatu peryataan atau pengertian yang digunakan untuk mengambil keputusan terhadap tindakan-tindakan yang dijalani untuk mencapai tujuan.
c. Strategi
Strategi adalah program yang dirancang untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan, yaitu bagaimana perusahaan akan melaksanakan misinya.
d. Prosedur
Prosedur merupakan serangkaian tindakan yang akan dijalankan untuk mempermudah pelaksanaan kegiatan perusahaan
e. Aturan
Aturan merupakan bagian dari prosedur dan merupakan tindakan yang spesifik.
f. Program
Program merupakan kombinasi dari kebijakan, prosedur, aturan, dan pemberian tugas yang disertai anggaran atau budget.
Dalam pelaksanaannya, perencanaan dapat dibedakan menjadi perencanaan strategis dan perencanaan taktis
a. Perencanaan Strategis
Perencanaan strategis merupakan suatu proses untuk menganalisis dan mengambil keputusan yang berkenan dengan:
- Misi ( alasan keberadaan suatu organisasi )
- Sasaran ( hasil tang harus dicapai suatu organisasi )
- Strategi ( upaya )
- Alokasi sumber daya
b. Perencanaan Taktis
Perencanaan taktis merupakan langkah-langkah mencapai tujuan perencanaan strategis jangka pendek, yang mencakup :
- Apa yang harus dilakukan,
- Siapa yang melakukan, dan
- Bagaimana melakukannya



Perencanaan taktis, antara lain mencakup kegiatan :
- Membuat anggaran tahunan
- Memilih metode atau prosedur spesifik guna mengimplementasi strategi perusahaan
- Menetapkan serangkaian tindakan tertentu yang diperlukan guna memperbaiki dan meningkatkan kinerja operasional perusahaan

5.3.2 Pengorganisasian
Pengorganisasian adalah bagian proses manajemen yang memiliki arti membagi perkerjaan diantara para individu dan kelompok serta mengkoordinasi aktivitas mereka, agar setiap individu dapat mengetahui dengan jelas apa yang menjadi tugasnya sehingga mereka dapat berkerja sama dengan baik dalam suatu perusahaan, guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Kegiatan-kegiatan pengorganisasian:
- Membagi perkerjaan
- Menggelompokkan perkerjaan
- Mendelegasikan wewenang
- Mengembangkan mekanisme koordinasi
. Keuntungan pengorganisasian :
- Dapat terbina hubungan yang baik antara anggota organisasi, maupun antar organisasi sehingga akan mempermudah pencapaian tujuan organisasi.
- Setiapa anggota organisasi dapat mengetahui dengan jelas tugas dan kewajiban serta tanggung jawabnya.

5.3.3 Pengarahan
Dalam berkerja, setiap individu mempunyai perbedaan fisik dan mental,  nilai- nilai individual, serta problem pribadi sesuai dengan ekonomi mereka. Tugas manajer adalah menyelaraskan tujuan perusahaan dengan tujuan individu agar tidak terjadi konflik dalam organisasi. Untuk itulah dibutuhkan pengarahan, dalam bentuk tindakan tang mengusahakan agar semua anggota organisasi melakukan kegiatan yang sudah ditentukan. Kegiatan pengarahan ini banyak menyangkut masalah pemberian motivasi kepada bawahan, masalah kepemimpinan, serta masalah pengembangan komunikasi.
5.3.4 Pengendalian
Fungsi terakhir manajemen yang harus dilaksanakan oleh manajer adalah fungsi pengendalian. Pengendalian merupakan aktivitas untuk menemukan, mengoreksi adanya penyimpangan- penyimpangan dari hasil yang telah dicapai, dibandingkan dengan rencana kerja yang telah ditetapkan. Proses pengendalian mencatat setiap perkembangan ke arah tujuan pokok perusahaan, juga sasaran serta metode pencapaiannya yang memungkinkan manajer mengetahui lebih awal bila terdapat penyimpangan.
Langkah-langkah dalam proses pengendalian adalah:
1. Menetapakan standar dan metode
2. Mengukur prestasi kerja
3. Menentukan apakah prestasi kerja memenuhi standar
4. Mengambil tindakan koreksi

5.3 ORGANISASI
Organisasi merupakan alat manajemen untuk mencapai tujuannya. Organisasi adalah bentuk perserikatan untuk mencapai tujuan bersama. 3 faktor dalam organisasi :
1. Adanya sekelompok orang
2. Adanya hubungan dan pembagian kerja diantara mereka
3. Adanya tujuan yang ingin dicapai
Dalam pelaksanaannya, organisasi dapat dibedakan menjadi organisasi formal dan organisasi informal
1. Organisasi Formal adalah sistem tugas, hubungan wewenang, tanggung jawab, dan pertanggungjawaban yang dirancang manajemen agar perkerjaan dapat dilakukan. Beberapa faktor yang harus diperhatikan dalam penyusunan organisasi formal : 
a. Wewenang
b. Tanggung jawab
c. Pertanggungjawaban
d. Delegasi
e. Koordinasi
2. Organisasi Informal adalah jaringan hubungan pribadi dan sosial yang umumnya tidak dilakukan atas dasar aturan formal. Organisasi formal pada dasarnya dapat melayani empat fungsi utama:
1. Memelihara dan memperkuat kesamaan norma diantara anggota
2. Memberi atau menyediakan kepuasaan sosial, status, dan rasa aman bagi anggotanya.
3. Membantu para anggotanya untuk berkomunikasi
4. Membantu memecahkan persoalan-persoalan yang dihadapi anggotanya
5.4 BENTUK-BENTUK ORGANISASI
Dalam suatu organisasi, dengan segala aktivitasnya, terdapat hubungan diantara orang-orang yang menjalankan aktivitas tersebut. Makin banyak kegiatan yang dilakukan dalam suatu organisasi, makin kompleks pula hubungan-hubungan yang ada. Untuk itulah dibuat bagan yang menggambarkan hubungan tersebut. Dalam suatu organisasi, yang menjadi dasar adalah pembagian kekuasaan (authority) dan tanggung jawab (responsibility). Struktur-struktur organisasi adalah :
1. Organisasi Garis
. Pada organisasi jenis ini, garis bersama dari kekuasaan dan tanggung jawab bercabang pada setiap tingkat kepemimpinan, dari teratas sampai yang ke bawah. Setiap atasan memiliki sejumlah bawahan dan masing-masing bawahan memberikan tanggung jawaban tugasnya kepada atasan. Jenis organisasi ini sesuai untuk perusahaan kecil
. Organisasi garis memiliki kebaikan dan keburukkan
Kebaikan :
- Kesatuan dalam pimpinan dan perintah
- Pengambilan keputusan lebih cepat
- Solidaritas karyawan tinggi
- Biayanya rendah
Keburukkan :
- Terlalu bergantung pada satu orang (pimpinan)
- Adanya kecenderungan pimpinan untuk bertindak otokratis
- Perkembangan kesempatan karyawan terbatas
2. Organisasi Garis dan Staf
Organisasi ini banyak digunakan oleh perusahaan besar yang daerah usahanya luas serta memiliki bidang tugas yang kompleks. Di sini kesatuan perintah juga dipertahankan, atasan memliki bawahan tertentu dan bawahan hanya menerima perintah seorang atasan. Kepada atasan bawahan harus bertanggung jawab atas pelaksanaan perkerjaannya.
Kebaikan Organisasi garis dan staf :
- Relevan untuk perusahaan besar
- Keputusan lebih rasional karena adanya staf ahli
- dapat mewujudkan " The right man in the right place "
Keburukkan
- Organisasinya rumit karena kompleksnya susunan organisasi serta membutuhkan biaya tinggi
- Koordinasi kadang-kadang sukar ditetapkan
- Solidaritas sesama karyawan berkurang
3. Organisasi Fungsional
Organisasi ini didasarkan atas fungsi-fungsi yang ada didalam organisasi, seperti fungsi keuangan, personalia, produksi, administrasi, dll. Dalam organisasi fungsional, seorang karyawan tidak bertanggung jawab kepada satu atasan saja.
Kebaikan :
- Pembagian tugas jelas
- Spesialisasi karyawan dapat dikembangkan dan digunakan semaksimal mungkin
- Masing-masing fungsi dipegang oleh orang yang ahli dalam bidangnya
Keburukkan
- Tidak ada kesatuan perintah karena karyawan dapat menerima perintah dari beberapa atasan yang sama-sama memiliki kekuasaan
- Karyawan yang telah merasa ahli dalam bidangnya sulit berkerja sama

4.5 PRINSIP-PRINSIP ORGANISASI
1. Perumusan tujuan dengan jelas
Berperan sebagai :
- Pedoman ke arah mana organisasi itu akan dibawa
- Landasan bagi organisasi bersangkutan
- Menentukan macam aktivitas yang akan dilakukan
- Menentukan serangkaian program, prosedur, koordinasi, integrasi, simplifikasi, sinkronisasi, dan mekanisasi
2. Pembagian Tugas
Merupakan suatu keharusan mutlak untuk menghindari terjadinya tumpang tindih dalam perkerjaan. Pembagian tugas akan menghasilkan departemen-departemen dan deskripsi tugas.
3. Delegasi kekuasaan
Setiap karyawan yang menduduki jabatan tertentu harus didelegasikan kekuasaan, atau wewenang yang diperlukan agar yang bersangkutan dapat melaksanakan tugas.
4. Rentangan kekuasaan
Merupakan berapa jumlah orang yang teoat menjadi bawahan seorang pemimpin, agar dia mampu memimpin, membimbing, dan mengawasi secara efektif.
5. Tingkat-tingkat pengawasan
Tingkat pengawasan hendaknya diusahakan sesedikit mungkin. Harus diusahakan agar organisasi sesederhana mungkin. Selain memudahkan komunikasi, juga agar ada motivasi bagi setiap orang dalam organisasi untuk mencapai tingkat-tingkat tertinggi.
6. Kesatuan perintah dan tanggung jawab
Seorang bawahan hanya mempunyai seorang atasan yang memberinya perintah dan menerima pertanggungjawaban terhadap pelaksanaan tugasnya
7. Koordinasi
Adanya pembagian tugas dan bagian-bagian serta unit-unit terkecil dalam organisasi, cenderung menimbulkan kekuatan untuk memisahkan diri dari organisasi sebagai suatu keseluruhan.

sumber : Fuad, M dkk.2000. Pengantar Bisnis. Jakarta. PT Gramedia Pustaka Utama.

ATTENTION : NO COPY PASTE !!!!, NO COPY PASTE!!!! , NO COPY PASTE !!!!. HARGAI KERJA KERASKU MERANGKUM BAB INI SEHARIAN. TERIMA KASIH :)


Thursday, November 6, 2014

TSANTAAA BAB II PERUSAHAAN DAN LINGKUNGAN PERUSAHAAN

DOSEN                   : ROWLAND BISMARK FERNANDO PASARIBU
MATA KULIAH     : PENGANTAR BISNIS (SOFTSKILL)
TANGGAL POST : 6 NOVEMBER 2014
SESUAI SAP BABI PERUSAHAAN DAN LINGKUNGAN PERUSAHAAN
UNIVERSITAS GUNADARMA 2014

BAB 2 PERUSAHAAN DAN LINGKUNGAN PERUSAHAAN

2.1 PERUSAHAAN
Perusahaan adalah suatu unit kegiatan yang melakukan aktivitas pengolahan faktor-faktor produksi, untuk menyediakan barang-barang dan jasa bagi masyarakat, mendistribusikannya, serta melakukan upaya-upaya lain dengan tujuan memperoleh keuntungan dan memuaskan kebutuhan masyarakat.

2.2 TEMPAT DAN KEDUDUKAN DAN LETAK PERUSAHAAN
Tempat dan letak perusahaan adalah salah satu faktor pendukung penting yang dapat menjamin tercapainya tujuan perusahaan. Ketepatan pemilihan letak dan tempat perusahaan akan memberikan bantuan yang sangat berharga, baik dalam kaitannya dengan kemudahan.

2.2.1 Tempat Kedudukan Perusahaan
Adalah kantor pusat perusahaan tersebut. Pada umumnya dipengaruhi faktor kelancaran hubungan dengan lembaga-lembaga lain, seperti lembaga pemerintah, lembaga keuangan, pelanggan, dsb.

2.2.2 Letak Perusahaan
Adalah tempat perusahaan melalkukan kegiatan fisik/pabrik, dipengaruhi oleh faktor ekonomi dan merupakan salah satu faktor penting yang menunjang efisiensi perusahaan terutama dalam kaitannya dengan biaya. Faktor-faktor yang mempengaruhi biaya :
- Harga dan bahan mentah
- Tingkat upah buruh
- Tanah
- Pajak
- Tingkat bunga
- Biaya alat produksi tahan lama
- Biaya atas jasa pihak ketiga

2.2.3 Jenis-jenis Letak Perusahaan
Dibedakan menjadi 4, yaitu :
1. Terikat keadaan alam
Pada umumnya karena ketersediaan dan kemudahan bahan baku. Perusahaan yang berkaitan dengan bahan-bahan tambang pada umumnya terletak di daerah faktor produksi alamnya.
2. Terikat Sejarah
Perusahaan  menjalankan aktivitasnya di suatu daerah tertentu karena alasan yang hanya dapat dijelaskan berdasarkan sejarah.
3. Terikat oleh Pemerintah
Letak perusahaan ditentukan oleh pemerintah atas dasar pertimbangan keamanan, politik, kesehatan, dsb.
4. Dipengaruhi oleh faktor-faktor ekonomi
Berpengaruh penting dalam kaitannya dengan pemilihan letak perusahaan yang bersifat industri  adalah kedekatan dan ketersedian bahan mentah, ketersedian tenaga air, ketersedian tenaga kerja, ketersedian modal, kemudahan transportasi serta kedekatan pasar dan kesesuain iklim.

2.3 PERUSAHAAN DAN LEMBAGA SOSIAL
Dalam pendekatan ekonomi, pemisahan terpenting dalam menganalisis kegiatan perusahaan adalah perusahaan akan melakukan kegiatan produksinya hingga mencapai tingkat keuntungan maksimum. Di sisi lain perusahaan merupakan suatu unit kegiatan produksi yang menyediakan barang dan jasa bagi masyarakat. Unit kegiatan seperti ini disebut sebagai lembaga sosial seperti halnya lembaga sosial lainnya, misalnya kehidupan keluarga, RT, Yayasan, Koperasi dsb. 

2.3.1 Tujuan Pendirian Perusahaan
Secara umum tujuan pendirian perusahaan dapat dibedakan menjadi tujuan ekonomis dan tujuan sosial. Tujuan ekonomis berkenan dengan upaya perusahaan untuk mempertahankan eksistensinya, dalam hal ini perusahaan berupaya menciptakan laba, menciptakan pelanggan, dan menjalankan upaya-upaya pengembangan dengan memusatkan perhatian pada kebutuhan masyarakat dalam hal produk yang diinginkan, kualitas, harga, kuantitas, waktu pelayanan, kegunaan produk yang berkesinambungan sehingga perusahaan mampu mencapai competitive advantage dan comparative advantage dalam jangka panjang. Sedangkan untuk tujuan sosial, perusahaan diharapkan untuk memperhatikan keinginan investor, karyawan, penyedia faktor-faktor produksi, maupun masyarakat luas. Kedua tujuan perusahaan tersebut saling mendukung untuk mencapai tujuan utama perusahaan, yaitu memberikan kepuasaan kepada keinginan konsumen ataupun pelanggan.
Dengan demikian yang membedakan perusahaan dengan lembaga sosial terletak pada penekanan/prioritas perusahaan terhadap laba, kelangsungan hidup dan tanggung jawab sosial.
Lembaga sosial lebih menitikberatkan prioritasnya pada tanggung jawab sosial. Sebaliknya, perusahaan yang beorientasi pada perolehan keuntungan.


2.3.2 Perusahaan Sebagai Suatu Sistem
Sistem adalah suatu kesatuan dari unit-unit yang saling berinteraksi, baik secara langsung maupun tidak langsung dalam rangka mencapai tujuan tertentu. Perusahaan adalah suatu sistem karena merupakan kombinasi dari berbagai sumber ekonomi tang secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi proses produksi serta distribusi barang dan jasa untuk mencapai tujuan tertentu.
Secara umum, dunia usaha didirikan untuk memenuhi keinginan manusia akan barang dan jasa. Dengan demikian perusahaan harus memperhitungkan dampak sosial ekonomi yang akan dirasakan oleh pihak-pihak terkait dengan kebijakan yang diambilnya. Dalam hal ini, tanggung jawab sosial perusahaan berhubungan dengan perusahaan lain, konsumen, karyawan, investor, masyarakat secara keseluruhan, lingkungan eksternal maupun alam.
2.3.3 Sifat Sistem Perusahaan
Sistem perusahaan memiliki beberapa sifat :
(1) Kompleks
Secar keseluruhan, unit-unit perusahaan akan saling berkerja sama dan saling mempengaruhi untuk mencapai tujuan perusahaan. Hubungan yang terjadi itu sangat kompleks bila penelusuran dilakukan secara menyeluruh.
(2) Sebagai Suatu Kesatuan/Unit
Dalam kenyataannya, walaupun perusahaan terdiri atas banyak bagian, proses kegiatan yang dijalankan tidak memungkinkan mereka untuk berjalan sendiri-sendiri melainkan menuju ke satu tujuan yaitu tujuan perusahaan.
(3) Sifatnya Beragam
Dalam realitas dapat dilihat bahwa perusahaan-perusahaan punya cara beroperasi yang berbeda satu sama lainnya. Tidak ada perusahaan yang sama persis baik dalam ukuran skala usaha, bentuk maupun jenis usahanya.
(4) Sifatnya Saling Tergantung
Pada umumnya, suatu perusahaan tergantung pada perusahaan lainnya, setidaknya kepada perusahaan pemasok bahan bakunya.
(5) Sifatnya Dinamis
Sifat dinamis dibutuhkan perusahaan dalam rangka mempertahankan eksistensinya di masa mendatang. Agar dapat bertahan, perusahaan harus mampu menyesuaikan diri terhadap perubahan kekuatan dan tekanan yang berasal dari luar perusahaan ataupun dalam perusahaan itu sendiri.
2.3.4 Fungsi-fungsi Perusahaan
Dalam mencapai tujuan dikenal dua fungsi perusahaan, yaitu fungsi operasi dan fungsi manajemen. Bila kedua fungsi tersebut dapat berjalan baik, perusahaan akan dapat menjalankan operasinya dengan lancar, terkoordinasi, terintegrasi, dalam rangka mencapai tujuan perusahaan.
Termasuk dalam fungsi operasi adalah :
1. Pembelian dan produksi
2. Pemasaran
3. Keuangan
4. Personalia
5. Akuntansi
6. Administrasi
7. Teknologi informasi/ komputasi
8. Transformasi dan komunikasi
9. Pelayanan Umum
10. Hukum
Termasuk dalam fungsi manajemen adalah :
1. Perencanaan
2. Pengorganisasian
3. Pengarahan
4. Pengendalian

2.3.5 Ciri-ciri Perusahaan
- Operatif
Dalam hal ini, pada sebuah perusahaan adanya aktivitas ekonomi yang berkenan dengan kegiatan produksi, penyedian, ataupun pendistribusian barang/jasa.
- Koordinatif
Untuk mencapai tujuannya, diperlukan koordinasu agar semua bagian dalam perusahaan dapat bergerak ke arah yang sama dan saling mendukung satu sama lain.
- Reguler
Dalam ypaya mencapai kesinambungan perusahaan, diperlukan keteraturan yang dapat mendukung aktivitasnya agar dapat selalu bergerak maju.
- Dinamis
Lingkungan selalu berubah. Agar dapat bertahan terus, perusahaan harus mampu mengikuti dan menyesuaikan diri terhadap perubahan.
- Formal
Untuk memenuhi keadaan ini, perusahaan selaku pelaku ekonomi harus merupakan lembaga resmi yang terdaftar di pemerintah serta tunduk kepada peraturan-peraturan yang berlaku setelah memenuhi persyaratan pendiriannya.
- Lokasi 
Dalam hal ini perusahaan didirikan pada suatu tempat tertentu dalam suaru kawasan yang secara geografis jelas.
- Pelayanan Bersyarat
Dalam menghasilkan barang dan jasa, perusahaan terkait tujuannya. Dalam hal ini perusahaan menghasilkan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang memerlukan dan bersedia serta mampu membelinya, sehingga perusahaan bisa memperoleh laba agar dapat tetap bertahan dan berkembang.

sumber : Fuad, M dkk. 2000. Pengantar Bisnis. Jakarta. PT Gramedia Pustaka Utama.

ATTENTION : NO COPY PASTE !!!!, NO COPY PASTE!!!! , NO COPY PASTE !!!!. HARGAI KERJA KERASKU MERANGKUM BAB INI SEHARIAN. TERIMA KASIH :)


TSANTAAA BAB IV KEWIRASWASTAAN DAN PERUSAHAAN KECIL

DOSEN                   : ROWLAND BISMARK FERNANDO PASARIBU
MATA KULIAH     : PENGANTAR BISNIS (SOFTSKILL)
TANGGAL POST : 6 NOVEMBER 2014
SESUAI SAP BAB IV KEWIRASWASTAAN DAN PERUSAHAAN KECIL
UNIVERSITAS GUNADARMA 2014

BAB 4 KEWIRASWASTAAN DAN PERUSAHAAAN KECIL

4.1 KEWIRASWASTAAN, WIRASWASTA, WIRASWASTAWAN
Kewiraswastaan (entrepreneurship) adalah kemampuan dan kemauan seseorang untuk berisiko dengan menginvestasikan dan mempertaruhkan waktu, uang dan usaha, untuk memulai suatu perusahaan dan menjadikannya berhasil. Melalui upaya yang dijalankannya, yang bersangkutan merencanakan dan mengharapkan kompensasi dalam bentuk keuntungan disamping juga kepuasan. Bidang usaha atau perusahaan yang dibangun oleh seseorang dengan kepribadian tertentu ( wiraswastawan/entrepreneur) sebagai alternatif penyediaan lapangan kerja, minimal bagi si pemilik modal itu, kita sebut wiraswasta.
Sisi keuntungan berwiraswasta yaitu :
a.      Kemungkinan untuk mengatur tingkat keuntungan yang diharapkan
b.      Melatih ketajaman intuisi bisnis
c.      Meningkatkan sifat tanggung jawab terhadap dirinya sendiri
d.      Memiliki wewenang untuk memerintah dan mengelola karyawannya
Sisi kerugian berwiraswasta
a.      Tanggung jawab yang besar terhadap kelangsungan usaha
b.      Perlunya menjaga relasi yang baik terhadap pihak-pihak terkait dalam rangka mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan
c.      Menanggung beban akibat kerugian perusahaan
d.      Pencurahan waktu kerja

4.1.1 Wiraswastawan
Secara umum wiraswastawan adalah menunjuk kepada pribadi tertentu yang secara kualitatif lebih dari kebanyakan manusia pada umumnya, yaitu pribadi yang memiliki kemampuan untuk ;
a.      Berdiri di atas kekuatan sendiri
b.      Mengambil keputusan untuk diri sendiri
c.      Menetapkan tujuan atas dasar pertimbangan sendiri
d.      Menggerakkan perekonomian masyarakat untuk maju ke depan
e.      Mengambil resiko
f.       Memanfaatkan kesempatan usaha yang ada
g.      Memiliki semangat bersaing yang kuat
h.      Memiliki rasa percaya diri dan yakin akan kemampuan sendiri
Peranan wiraswastawan adalah :
a.      Memimpin usaha secara teknis maupun ekonomis dengan berbagai aspek fungsional
b.      Mencari keuntungan bisnis
c.      Membawa perusahaan ke arah kemampuan, perkembangan, serta kontinuitas
d.      Memperkenalkan hasil produksi baru
e.      Memperkenalkan cara produksi yang lebih maju
f.       Membuka pasar
g.      Merebut sumber bahan mentah maupun setengah jadi
h. Melaksanakan bentuk usaha organisasi perusahaan yang baru

4.1.2 Unsur- unsur Penting Wiraswasta

1. Unsur Pengetahuan
Mencirikan tingkat penalaran yang dimiliki orang. Pada umumnya unsur pengetahuan banyak ditentukan oleh tingkat pendidikan orang bersangkutan. Semakin tinggi dan semakin luas pula pendidikan seseorang, semakin tinggi dan semakin luas pula pengetahuannya.
2. Unsur Ketrampilan
Pada umumnya diperoleh melalui latihan dan pengalaman kerja nyata. Wiraswastawan yang dilengkapi dengan ketrampilan tinggi akan mempunyai peluang keberhasilan yang lebih tinggi. Ketrampilan yang dimilikinya akan memudahkan dan memperlancar penyelesaian berbagai tugas yang harus dijalaninya.
3. Unsur Sikap Mental
Untuk berwiraswasta, secara umum dituntut adanya sikap mental yang fleksibel, sesuai dengan tuntutan dan perkembangan keadaan, dinamis, kreatif dan penuh inisiatif.
4. Unsur Kewaspadaan
Merupakan paduan unsur pengetahuan dan sikap mental dalam menghadapi keadaan yang akan datang. Kewaspadaan berkaitan dengan pemikiran atau terencana tindakan untuk menghadapi sesuatu yang mungkin terjadi.

4.2 PERUSAHAAN KECIL DALAM LINGKUNGAN PERUSAHAAN
 Perusahaan kecil memegang peran penting dalam komunitas perusahaan swasta. Pengalama di beberapa negara maju ( Amerika, Inggris, Jepang, dsb ) menunjukkan bahwa komunitas perusahaan kecil memberikan kontribusi yang perlu diperhitungkan di bidang produksi, pajak, penyedia lapangan kerja, dsb. Perusahaan yang sekarang ini telah besar, seperti General Electric, IBM, PT ASTRA.

4.2.1 Cara Memasuki Perusahaan
Secara umum ada tiga cara yaitu :
1.      Membeli perusahaan yang telah dibangun
2.      Memulai perusahaan baru
3.      Membeli hak lisensi

1. Membeli perusahaan yang telah dibangun
Membeli perusahaan yang telah dibangun dapat memberikan sejumlah keuntungan dalam kaitannya dengan lokasi perusahaan, evaluasi kinerja perusahaan, efesiensi waktu, maupun efesiensi dalam biaya pendirian
Pada umumnya membeli perusahaan yang telah dibangun, bilamana atas dasar pengalaman dan fakta dirasakan bahwa lokasi perusahaan telah terjamin dan menguntungkan. Jadi, menghemat biaya yang seharusnya dikeluarkan untuk kelayakan lokasi.
2. Memulai Perusahaan Baru
Memulai perusahaan baru memungkinkan pemilik untuk memilih lokasi, seleksi dalam rekrutmen tenaga kerja, pemilih merek dagang, teknologi, jenis peralatan, dsb. Dengan cara ini, efesiensi operasionalnya baru dapat dicapai setelah beberapa waktu mendatang.
3. Pembelian Hak Lisensi
Merupakan suatu keuntungan tersendiri karena adanya kerjasama antara si pembeli hak lisensi (franchisee) dengan pihak yang hak lisensinya dibeli (franchisor). Dalam franchising terjadi hubungan bisnis yang berkesinambungan antara franchisee dengan franchisor. Franchising adalah suatu persatuan lisensi menurut hukum antara suatu pabrik atau perusahaan yang menyelenggarakan, dengan penyalur (dealer) untuk melaksanakan kegiatan.
Sistem Waralaba (Franchising) sendiri dimulai dengan apa yang disebut "Product Franchise" ( Waralaba Produk), yang lebih merupakan usaha keagenan seperti keagenan Mesin Jahit Singer, Keagenan Sepatu Bata, dll. Waralaba produk ini kemudian populer melalui "Bisnis Format Franchising" (Sistem Waralaba Format Usaha) seperti Kentucky Fried Chicken, Mc Donald, Es Teller 77, Ace Hardware, Continent Hypermarket, dsb.
Keuntungan Bisnis Franchising
a.      Pengalaman dan faktor suskes
b.      Bantuan keuangan dari francisor
c.      Brand name dan reputasi
d.      Bisnis sudah terbangun
e.      Standarisasi mutu
f.       Biaya produksi rendah
g.      Kesiapan manajemen
h.      Bantuan manajemen lebih tinggi
i.        Profit lebih tinggi
j.        Perlindungan wilayah
Kerugian-kerugian Franchising 
a.      Program latihan franchisor terkadang jauh dari harapan
b.      Franchisor hanya sedikit memberikan kebebasan

4.3 PERKEMBANGAN FRANCHISING DI INDONESIA
Perkembangan usaha waralaba di Indonesia saat ini dan di masa mendatang mempunyai prospek yang baik dan semakin pesat kemajuannya, karena dapat memberikan manfaat bagi franchisor dan franchiseenya maupun bagi konsumen, menyediakan kesempatan berusaha dan lapangan kerja baru bagi angkatan kerja Indonesia.
Dari waktu ke waktu terjadi peningkatan jumlah usaha waralaba dengan lisensi asing di Indonesia. Pegembangan usaha menggunakan sistem Waralaba dapat mendorong berkembangnya speaialisasi dan modernisasi usaha tradisional, menumbuhkan kreatifitas dalam mengembangkan inovasi. Bidang- bidang usaha yang potensial di waralabakan antara lain restoran, makanan siap saji, eceran, hotel, properti, percetakkan, fotocopy, pusat kebugaran, salon mobil dan perbengkelan, salon kecantikan, dll.

4.3.1 Kiat-kiat memilih usaha Waralaba (Franchising)
1. Produk yang dijual harus disukai oleh semua orang.
Misalnya, dalam bidang makanan, harus disukai semua orang.
2. Merek dagang produk harus sudah dikenal, paling sedikit di 5-0 negara. Merek tersebut biasanya sudah sering dipublikasikan melalui media masa sehingga dapat langsung memasuki pasaran dan berkembang.
3. Harus standar dalam segala prospek. Perusahaan pemberi waralaba telah memiliki balai pendidikan dan fasilitas latihan.

4.3.2 Jenis-jenis Usaha yang Potensial Diwaralabakan
1. Produk dan Jasa Otomotif
2. Bantuan dan Jasa Bisnis
3. Produk dan Jasa Konstruksi, Perawatan dan Perbaikan Rumah, Jasa AC
4. Jasa Pendidikan
5. Rekreasi dan Hiburan
6. FastFood dan Take Away
7. Stan Makanan/ Food Stalls
8. Perawatan kesehatan, medis, dan kecantikan
9. Jasa membersihkan karpet, pemasangan gorden, kebersihan rumah, perawatan, perbaikan furniture, dan barang-barang manufaktur
10. Eceran/Retailing 

4.4 CIRI-CIRI PERUSAHAAN KECIL 
Secara umum pengertian perusahaan kecil mengacu pada ciri-ciri sebagai berikut :
1. Manajemen berdiri sendiri. Pada umumnya, para manajer perusahaan kecil adalah juga pemilik.
2. Investasi modal terbatas. Pada umumnya, modal perusahaan kecil disediakan oleh pemilik atau sekelompok kecil pemilik, karena jumlah modal yang diperlukan relatif kecil dibandingkan modal yang diperlukan perusahaan-perusahaan besar.
3. Daerah operasinya lokal
4. Ukuran secara keseluruhan relatif kecil 

Ciri- ciri Perusahaan Kecil
1. Umumnya dikelola oleh pemiliknya
2. Struktur organisasi sederhana
3. Hubungan pemilik dengan karyawan dekat
4. Presentase kegagalan perusahaan tinggi
5. Kurangnya tenaga manajer yang andal
6. Sulit memperoleh modal jangka panjang

Ciri-ciri Perusahaan Besar
1. Biasanya dikelola bukan oleh pemiliknya
2. Struktur organisasi kompleks
3. Pemilik hanya mengenal sedikit karyawan
4. Presentase kegagalan perusahaan rendah
5. Banyak manajemen handal
6. Modal jangka panjang biasanya relatif mudah diperoleh

4.4.1 Kekuatan dan Kelemahan Perusahaan Kecil
Fakta menunjukkan, banyak wiraswastawan memulai aktivutasnya dalam bentuk perusahaan kecil sebelum akhirnya berkembang menjadi besar. Kekuatan perusahaan kecil terutama berkenan dengan kebebasannya untuk bertindak dan menyesuaikan diri dengan kebutuhan setempat. Sebaliknya, kelemahan perusahaan kecil terutama berkaitan dengan spesialisasi, modal, dan jaminan perkerjaan terhadap karyawannya.

4.4.2 Keuntungan Perusahaan Kecil
Kebebasan dalam bertindak mengacu pada fleksibilitas gerak perusahaan dan kecepatannya dalam mengantisipasi perubahan tuntutan pasar. Hal ini lebih memungkinkan dalam perusahaan kecil karena ruang lingkup layanan perusahaan relatif kecil karena ruang lingkup layanan perusahaan relatif kecil, sehingga penyesuian terhadap adopsi teknologi yang sesuai dengan kebutuhan pasar dapat dilaksanakan dengan cepat.

4.4.3 Kelemahan Perusahaan Kecil
Perusahaan kecil lebih mudah terpengaruh oleh perubahan situasi, kondisi ekonomi, persaingan dan lokasi yang buruk.
Dalam hal spesialisasi keahlian, pada umumnya pemilik perusahaan tidak memiliki keterampilan khusus untuk semua bidang manajemen.
Modal yang didapat disediakan oleh pemilik perusahaan kecil itu terbatas. Ketidakcukupan modal seringkali meruapakan sebab utama kegagalan perusahaan kecil dan ketidakmampuan mereka untuk memenangkan persaingan dalam bentuk harga, kualitas, perang iklan, dsb. 
Perusahaan kecil mungkin memberikan upah yang baik pada karyawannya, tetapi pada beberapa hal yang terkait dengan jaminan perkerjaan, program-program training, peningkatan pendidikan formal, jaminan kesehatan, jaminan hari tua, dsb.

4.4.4 Mengembangkan Perusahaan Kecil 
Untuk mengembangkan perusahaan diperlukan pertimbangan yang matang terhadap 3 hal: profil pribadi, profil perusahaan, serta paket pinjaman. Pertimbangan yang matang untuk mengembangkan perusahaan, memerlukan kejelian yang terkait erat dengan "kemampuan manajemen, pemenuhan kebutuhan modal, bentuk kepemilikkan perusahaan dan strategi  untuk memenangkan persaingan pasar. Faktor-faktor yang memberikan keuntungan persaingan kepada wiraswastawan: Pemenuhan kebutuhan pelanggan yang tidak dapat dipenuhi para pesaing
a. Pelayanan yang lebih baik
b. Ruang pamer yang lebih menarik
c. Kualitas lebih baik dengan harga sama
d. Harga lebih murah dengan kualitas sama
e. Jaminan yang lebih baik dalam keselamatan pemakaian produk
f. Pelayanan kepada pelanggan dengan pendekatan yang lebih baik
g. Pemberian informasi produk yang lebih baik dan menarik
h. Susunan toko yang lebih menyenangkan dan nyaman
i. Tampilan kemasan yang lebih menarik

4.4.5 Kegagalan Perusahaan Kecil
Banyak faktor yang dapat menjadi penyebab kegagalan perusahaan kecil. Sebagai penyebab kegagalan seperti kurangnya pengalaman manajemen, kurangnya modal, kurangnya kemampuan dalam promosi penjualan, ketidakmampuan untuk menagih piutang yang macet, penggunaan teknologi yang sudah ketinggalan zaman, kurangnya perencanaan perusahaan, dll. Secara umum tanda-tanda kegagalan perusahaan kecil ialah :
-         Penjualan yang menurun pada beberapa periode pembukuan
-         Perbandingan uang yang semakin tinggi
-         Biaya operasi yang semakin meningkat
-         Pengurangan dalam modal kerja
-         Penurunan dalam keuntungan
-         Peningkatan kerugian

Bila tanda-tanda tersebut mulai terlihat, ada beberapa tindakan perbaikan yaitu :
-         Mengurangi biaya-biaya produksi
-         Berusaha untuk meningkatkan penjualan melalui perbaikan metode pemasaran maupun iklan
-         Peninjauan kembali kerugian-kerugian kredit untuk menghindari resiko-resiko buruk
-         Memeriksa ulang posisi persediaan untuk menentukan kecukupan dan persedian
-         Dll

 sumber : Fuad, M dkk. 2000. Pengantar Bisnis. Jakarta. PT Gramedia Pustaka Utama.

ATTENTION : NO COPY PASTE !!!!, NO COPY PASTE!!!! , NO COPY PASTE !!!!. HARGAI KERJA KERASKU MERANGKUM BAB INI SEHARIAN. TERIMA KASIH :)