Wednesday, November 5, 2014

TSANTAAA BAB III BENTUK-BENTUK BADAN USAHA

DOSEN                   : ROWLAND BISMARK FERNANDO PASARIBU
MATA KULIAH     : PENGANTAR BISNIS (SOFTSKILL)
TANGGAL POST : 5 NOVEMBER 2014
SESUAI SAP BAB III BENTUK-BENTUK BADAN USAHA
UNIVERSITAS GUNADARMA 2014

BAB 3 MEMILIH BENTUK KEPEMILIKAN BISNIS

PEMILIHAN bentuk perusahaan merupakan langkah awal dalam menjalankan perusahaan. Sebab berhasil tidaknya usaha yang dijalankan juga tergantung dari keputusan tersebut. 
Bentuk-bentuk perusahaan sebagai berikut :
1.     Usaha Perseorangan
2.     Firma
3.     Persekutuan Komanditer (CV)
4.     Perseroan Terbatas (PT)
5.     Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
6.     Bentuk-bentuk perusahaan lainnya.

3.1 PERUSAHAAN PERSEORANGAN
Perusahaan perseorangan merupakan salah satu bentuk perusahaan yang banyak dipergunakan di Indonesia. Perusahaan perseorangan ini dimiliki oleh perorangan. Orang itu menjalankan usahanya untuk mendapatkan keuntungan daripadanya. 
Maju mundurnya perusahaan per seorangan tergantung sepenuhnya kepada kemampuan si pemilik/pengusaha. Jika ia tidak baik dalam menjalankan perusahaannya, perusahaan dapat rugi dan kerugian dibayar dengan miliknya. Kalau ada keuntungan, hal ini terserah padanya apakah uang itu akan dihabiskan atau ditambahkan untuk memperluas usahanya.
Kebaikan dari usaha perseorangan adalah mudah untuk memulai usaha, adanya kebebasan, flexibilitas dan kerahasian lebih terjamin.
Keburukan usaha perseorangan adalah :
1.     Tanggung jawab pemilik tidak terbatas.
2.     Kelangsungan usaha kurang terjamin.
3.     Sumber keuangan terbatas.
4.     Kesulitan dalam manajemen.
5.     Kurangnya kesempatan berkembang bagi karyawan.

3.2 FIRMA
Bentuk perusahaan Firma merupakan suatu persekutuan untuk menjalankan usaha antara dua orang atau lebih dengan nama bersama. Tanggung jawab masing-masing anggota firma tidak terbatas, sedangkan keuntungan dan kerugian dibagi sama-sama.
Firma ini perlu mempunyai akte pendirian tertulis yang berisi perjaniian dan dibuat dihadapan notaris atau di bawah tangan.
Membandingkan Firma dengan perusahaan perseorangan, firma mempunyai kelebihan dari perusahaan perseorangan. Firma bukan milik seseorang. Dengan demikian dapatlah diadakan pembagian perkerjaan yang akan melancarkan jalannya perusahaan.
Jika dilihat dari ketentuan Pasal 16 KUHP letak kekhususan pada firma adalah unsur formal dan unsur materil. 
Yang unsur formal adalah :
a.     Menjalankan peusahaan yang memenuhi syarat terang-terangan, terus-menerus, dan mencari untung;
b.     Memakai nama bersama
Yang unsur materil adalah pertanggungjawaban tiap-tiap peserta secara pribadi untuk seluruhnya mengenai perserikatan-perserikatan persekutuan.

Pemilihan bentuk usaha Firma mempunyai kebaikan dan keburukan. Adapun kebaikannya adalah :
a.     Jumlah modal relatif lebih besar dibanding usaha perseorangan
b.     Kemampuan organisasi dan manajemen lebih besar
c.      Lebih mudah memperoleh kredit
d.     Pendiriannya relatif mudah
     Sedangkan keburukan Firma adalah :
a.     Tanggung jawab pemilik tidak terbatas
b.     Kelangsungan usaha relatif tidak menentu

3.3 PERSEROAN KOMANDITER
Menurut Pasal 19 Kitab UU Hukum Dagang, Persekutuan Komanditer (Commanditaire Vennootschaap/CV) adalah suatu perjanjian kerja sama untuk berusaha bersama antara orang-orang yang bersedia memimpin, mengatur perusahaan dan bertanggungbjawab penuh dengan kekayaan pribadinya, dengan orang-orang yang memberikan pinjaman dan tidak bersedia memimpin perusahaan serta bertanggung jawab terbatas pada kekayaan yang diikutsertakan dalam perusahaan tersebut.
Didalam persekutuan komanditer ada 2 jenis sekutu yang berlainan sifat dan tugasnya ialah sekutu komanditer dan sekutu komplementer. Sekutu komanditer, apabila tidak diperjanjikan lain, tidak tampil ke depan, artinya tetap tinggal di belakang layar, ia hanya mempercayakan sejumlah uangnya atau barangnya kepada sekutu komplementer untuk ikut serta membiayai perusahaan yang dijalankan oleh sekutu komplementer. Sedang sekutu komplementer adalah sekutu yang aktif menjalankan perusahaan berhubungan dengan pihak-pihak ketiga, lazim disebut sebagai sekutu pemeliharaan. Dialah yang bertanggung jawab sepenuhnya terhadap pihak ketiga.
          Bentuk usaha CV, mempunyai kebaikan dan keburukan. Kebaikan bentuk usaha CV adalah :
a.     Modal yang terkumpul relatif besar
b.     Relatif mudah memperoleh kredit
c.      Pendiriannya relatif mudah
Sedangkan keburukannya adalah :
a.     Sebagian sekutu mempunyai tanggung jawab tidak terbatas
b.     Kelangsungan hidup perusahaan relatif tidak menentu
c.      Sulit untuk menarik kembali modalnya terutama bagi sekuti pimpinan

3.4 PERSEROAN TERBATAS
Perseroan terbatas (PT) yang juga disebut Naamloze Vennooschap (NV) merupakan bentuk perusahaan yang terdiri atas pemegang saham yang mempunyai tanggung jawab terbatas terhadap utang-utang perusahaan sebesar modal yang disetor.
Perseroan terbatas ini merupakan organisasi berwatak kapitalis yang menjadikan mencari keuntungan sebagai tujuannya. Modalnya ditetapkan terlebih dahulu dan dibagi-bagi dalam saham. Saham iti dijual kepada siapa saja yang berminat, tanpa memperhatikan sifat-sifat orang-orang yang bersangkutan. Pada umumnya saham itu diperjualbelikan sehingga kepemilikkan PT dengan mudah dipindah tangan.
Saham yang dikeluarkan PT pada prinsipnya dapat digolongkan ke dalam 2 jenis saham yaitu:
a.     Saham biasa (common stock)
b.     Saham istimewa ( prefend stock)

Dalam perusahaan bentuk PT diperlukan akte notaris juga ada syarat finansial dan yuridis. Dalam bentuk PT harus ada :
a.     Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) merupakan kekuasaan tertinggi dalam PT tersebut.
b.     Komisaris bertugas mengawasi segala tindakan direksi/dewan direktur.
c.      Dewan Direktur bertuas mengelola perusahaan.
Jenis-jenis PT yang perlu diketahui:
a)     PT Tertutup merupakan PT yang saham-sahamnya hanya dimiliki orang tertentu.
b)    PT Terbuka adalah PT yang saham-sahamnya boleh dimiliki setiap orang.
c)     PT Perseorangan merupakan PT yang saham-sahamnya dimiliki hanya satu orang.
d)    PT Kosong
e)     PT Asing merupakan PT yang didirikan di luar negeri menurut hukum yang berlaku disana dan mempunyai kedudukan di luar negeri.
f)      PT Domestik adalah PT yang berada di dalam negeri dan tunduk terhadap peraturan pemerintah setempat.

Kebaikan bentuk PT adalah :
a.     Tanggung jawab yang terbatas dari pemegang saham
b.     Kelangsungan hidup perusahaan lebih terjamin
c.      Relatif lebih mudah memperoleh tambahan modal
d.     Manajemen yang lebih kuat dan besar
e.      Mudah untuk memindahkan hak milik perusahaan dengan menjual sahamnya kepada pihak lain.
Keburukannya adalah :
a.     Pendirian perusahaan relatif sulit
b.     Biaya pendirian perusahaan relatif besar
c.      Relatif lama waktu pendiriannya
d.     Rahasia perusahaan relatif kurang terjamin.

3.5 BADAN USAHA MILIK NEGARA ( BUMN) 
Badan Usaha Milik Negara (BUMN) merupakan badan usaha yang dikenal dengan public enterprise yang berisikan dua elemen esensial yakni unsur pemerintah dan unsur bisnis.
Dalam public dari enterprice (BUMN) ada tiga makna yang terkandung didalamnya yaitu : public purpose, public ownership dan public controll. Dari ketiga makna itu public purpose-lah yang menjadi inti dari konsep BUMN. Public purpose ini mempunyai arti luas. Di negara berkembang public purpose ini jabarkan sebagai hasrat pemerintah untuk mencapai cita-cita pembamgunan bagi kesejahteraan bangsa dan negara.
Fenomena BUMN merupakan fenomena universal yang berkaitan dalam sistem ekonomi mana pun termasuk kapitalis liberal.
Sektor ekonomi yang menuntut monopoli natural adalah sektor utilitas publik. Prinsip utama yang harus dipertahankan dalam mengawasi dan mengontrol BUMN utilitas publik adalah terjaminnya mekanisme sosial kontrol yang efektif untuk menindak manajemen BUMN utilitas bila wajar dan adil. BUMN utilitas publik di indonesia sebagian telah diubah statusnya dari perum menjadi persero, terjadi kerancuan berpikir antara prinsip pelayanan publik dan sarana pendapatan negara/pemerintah.
Ciri- ciri pokok usaha Negara menurut UU Nomor 9 tahun 1994 :
1.     Perjan (IBW) Govermental Agency
a.     Makna usaha, tujuan perusahaan; public service.
b.     Status hukum: bukan badan hukum
c.      Hubungan organisatoris dengan pemerintah : sebagai bagian dari Departemen/Ditjen
d.     Pemilikan/Penguasaan Pemerintah: sepenuhnya dan langsung seperti terhadap bagian Departemen
e.      Pengurusan oleh pemerintah : pemimpin adalah kepala jabatan yang diangkat oleh pemerintah
f.       Pengawasan oleh pemerintah: langsung dan secara hierarkis fungsional, pemeriksaan oleh akuntan Negara, neraca disahkan oleh menteri
g.     Kekayaan/Permodalan: dari pemerintah melalui anggaran belanja tahunan
h.     Status kepegawaian : pegawai negeri
i.       Ruang lingkup kegiatan usaha: pada umumnya public utility yang bersifat vital dan strategis
2.     Perum (UU prp 1998) Public Corporation
a. Makna usaha, tujuan perusahaan
a.     Makna Usaha, tujuan perusahaan: public service dan profit seimbang
b.     Status hukum: badan hukum berdasarkan UU 19 prp tahun 1998 dan pendirian
c.      Hubungan organisatoris dengan pemerintah : berdiri sendiri sebagai kesatuan organisasi yang terpisah
d.     Pemilikan/Penguasaan Pemerintah: sepenuhnya dan tidak langsung yaitu melalui penanaman kekayaan Negara yang dipisahkan
e.      Pengurusan oleh pemerintah: pimpinan adalah suatu direksi yang diangkat pemerintah
f.       Pengawasan oleh pemerintah: melalui penjabat atau badan yang berfungsi seperti komisaris
g.     Kekayaan/Permodalan: dari kekayaan Negara yang dipisahkan dan merupakan modal pasar perum
h.     Status kepegawaian : pegawai perusahaan Negara berdasarkan UU tersendiri
i.       Ruang lingkup kegiatan usaha: pada umumnya usaha-usaha penting berupa public utility
3.     Persero (KUHD) Government/state company

a.     Makna Usaha, tujuan perusahaan: profit sebagai titik berat
b.     Status hukum: Badan Hukum berdasarkan KUHD dan PP pendirian
c.      Hubungan organisatoris dengan pemerintah : berdiri sendiri sebagai kesatuan organisasi yang tercapai
d.     Pemilikan/Penguasaan Pemerintah: dapat sepenuhnya atau sebagian yaitu melalui pemilikkan saham secara keseluruhan atau sebagian
e.      Pengurusan oleh pemerintah: pimpinan adalah suatu direksi diangkat oleh Rapat Umum Pemegang Saham
f.       Pengawasan oleh pemerintah: melalui Dewan Komisaris yang diangkat oleh KUHP
g.     Kekayaan/Permodalan: dari kekayaan Negara yang dipisahkan dan merupakan modal dasar persero, untuk keseluruhan atau sebagian modal perseroan terbagi dalam saham-saham
h.     Status kepegawaian : pegawai perusahaan swasta biasa
i.       Ruang lingkup kegiatan usaha: seperti pada perusahaan swasta biasa
4.6 BENTUK PERUSAHAAN LAINNYA
          Selain bentuk perusahaan yang sudah dijelaskan, akan dijelaskan bentuk perusahaan lainnya yaitu :
a.     Sindikat
Suatu kerja sama antara beberapa orang lembaga untuk melaksanakan proyek khusus dibawah satu perjanjian
b.     Kartel
Bentuk persekutuan antara beberapa perusahaan sejenis di bawah suatu perjanjian tertentu
c.      Merger
Penggabungan dua perusahaan atau lebih menjadi satu perusahaan
d.     Perusahaan Daerah
Perusahaan yang modal/sahamnya dimiliki oleh pemerintah, di mana kekayaan perusahaan dipisahkan dari kekayaan pemerintah daerah yang bersangkutan
e.      Koperasi
Badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya
f.       Yayasan
g.     Kongsi
Suatu perserikatan yang terdiri dari dua orang atau lebih mengadakan usaha bersama untuk mencari keuntungan
h.     Perserikatan Perdata


 sumber : Anoraga, Pandji. 2011. Pengantar Bisnis: Pengelolaan Bisnis dalam Era Globalisasi. Jakarta. PT Rineka Cipta.

ATTENTION : NO COPY PASTE !!!!, NO COPY PASTE!!!! , NO COPY PASTE !!!!. HARGAI KERJA KERASKU MERANGKUM BAB INI SEHARIAN. TERIMA KASIH :)

TSANTAAA BAB I RUANG LINGKUP BISNIS

DOSEN               : ROWLAND BISMARK FERNANDO PASARIBU
MATA KULIAH : PENGANTAR BISNIS (SOFTSKILL)
TANGGAL POST : 5 NOVEMBER 2014
SESUAI SAP BAB I RUANG LINGKUP BISNIS

BAB 1 RUANG LINGKUP BISNIS

1.1              1.1 MENGAPA PERLU BELAJAR BISNIS ?
Apa alasan yang mendasari seseorang perlu belajar tentang bisnis ?
Dalam pelajaran tentang bisnis, sebenarnya kita mempelajari tentang sistem perdagangan bebas, bagaimana perubahan lingkungan mempengaruhi bisnis, dan keterampilan-keterampilan yang diperlukan agar bisnis kita berhasil. Dengan memahami bagaimana bisnis tersebut berkerja, akan lebih memudahkan orang untuk melakukan bisnis dalam menggapai keberhasilan.
            Secara umum ada 5 alasan penting untuk belajar tentang bisnis :
1.      Adanya saling ketergantungan baik secara individual maupun sebagai suatu Negara. Tidak masalah bagaimana bebasnya kita, hampir semua orang tergantung dengan orang lain, baik pada zaman dahulu yang terkenal dengan istilah barter dalam memenuhi kebutuhannya sampai pertukaran barang yang menggunakan uang dewasa ini.
2.      Adanya peluang internasional. Meningkatnya globalisasi di dalam dunia bisnis telah membuka peluang bisnis. Era baru dunia bisnisndalam pasar internasional memerlukan pemimpin bisnis yang tahu bagaimana memulai, mengoperasikan dan melanjutkan usahanya.
3.      Usaha untuk mempertahankan dan meningkatkan standar hidup. Alasan lain untuk mempelajari bisnis adalah mempertahankan cara hidup kita. Yang dimaksud standar hidup adalah suatu ukuran tenatang seberapa baik seseorang atau keluarga dapat memuaskan kebutuhan dan keinginannya dengan barang dan jasa.
4.      Adanya perubahan. Bisnis bersifat dinamis,selalu berubah. Mengikuti hal-hal yang dapat diperkirakan maupun yang  tidak dapat diperkirakan dapat lebih mudah, lebih efisien dan dapat mengurangi traumatic jika kita memahami bisnis. Harga naik atau turun, bertambahnya produk, kebutuhan yang berubah, jasa-jasa diciptakan untuk memenuhi kebutuhan, pengesahan hokum, dan kejadian-kejadian lain yang tidak terduga merupakan bagian dari sistem yang dinamis.
5.      Mencegah kesalahpahaman. Memahami bisnis juga akan mencegah kesalahpahaman, kesalahan informasi, dan ketidakakuratan data yang kita terima sebagai suatu yang benar.
1.2            1.2  PENGERTIAN BISNIS DAN EKONOMI
Menurut Skinner (1992), bisnis adalah pertukaran barang, jasa atau uang yang saling menguntungkan atau memberikan manfaat. Sedangkan  menurut arti dasarnya, bisnis memiliki makna sebagai the buying and selling of goods and services. Sedangkan perusahaan bisnis adalah suatu organisasi yang terlibat dalam pertukaran barang, jasa, atau uang untuk menghasilkan keutungan.
Dahulu bisnis dilakukan dengan cara barter, yaitu pertukaran barang tanpa menggunakan uang. Jika seseorang membutuhkan sepatu, maka ia dapat menukarnya dengan orang yang membutuhkan  jagung misalnya. Namun kemudian disadari banyaknya kendala seperti perbedaan kebutuhan antar orang yang memiliki kebutuhan. Hal ini kemudian menjadi lebih mudah setelah ada alat untuk saling melakukan penukaran yaitu uang.
Untuk memahami bisnis lebih lanjut, maka perlulah untuk memahami ilmu ekonomi, karena ekonomi merupakan dasar dari kegiatan bisnis. Menurut Samuelson & Nordhaus (1997), ilmu ekonomi merupakan suatu studi tentang perilaku orang dan masyarakat dalam memilih cara menggunakan sumber daya yang langka dan memiliki beberapa alternative penggunaan, dalam rangka memproduksi berbagai komoditi untuk kemudian mendistribusikannya baik saat ini maupun di masa depan.
Dengan demikian ekonomi berkaitan dengan sumber daya komoditi.
Sumber daya dapat dibedakan menjadi 3 yaitu :
1.      Sumber Daya Alam
2.      Kapital
3.      Tenaga kerja
Sumber daya alam disediakan oleh alam dalam jumlah terbatas seperti minyak mentah, gas alam, kayu, mineral, dan air. Sumber daya lam ini harus diproses terlebih dahulu menjadi suatu produk atau digunakan untuk memproduksi barang dan jasa.
            Sumber  daya modal merupakan produk yang diproduksi untuk tujuan membuat berbagai barang-barang dan jasa. Dibagi 2 berdasarkan jangka waktu :
1.      Current Assets, yaitu modal jangka pendek dan digunakan habis dalam proses produksi. Meliputi bahan bakar, bahan baku, kertas, dan uang.
2.      Fixed Assets, yaitu sumber daya modal jangka panjang yang dapat digunakan berulang kali dalam proses produksi. Misalnya gedung, pabrik, mesin-mesin, computer, dsb.
Sumber daya manusia (tenaga kerja) menujukkan kemampuan manusia. Agar sumber daya manusia bernilai setiap individu harus dilatih untuk melakukan perkerjaan yang membutuhkan keterampilan maupuun semi keterampilan. Tanpa sumber daya manusia, tidak mungkin penggunaan baik sumber daya alam maupun modal akan produktif.
1.3              1.4 PERAN MANUSIA DALAM BISNIS
Elemen manusia merupakan inti ari bisnis. Bisnis membutuhkan orang sebagai pemilik, manajer, perkerja, dan konsumen. Manusia diperlukan dalam bisnis untuk memproduksi barang dan jasa serta menciptakan perkerjaan. Berikut ini adalah beberapa peran yang dilakukan manusia dalam suatu bisnis yaitu sebagai pemilik, manajer, wiraswastawan, karyawan, pemasok, dan atau konsumen.
Pemilik adalah orang yang memiliki bisnis yang menanamkan uangnya dalam bisnis tertentu dan juga menjalankannya karena mereka mengharapkan adanya pendapatan dalam bentuk keuntungan dari bisnis.
Manajer merupakan orang yang menjalankan bisnis tersebut dan bertanggung jawab terhadap pemilik bisnis/perusahaan. Manajer yang diperkerjakan oleh seorang pemilik perusahaan berusaha mencapai tujuan yang ditetapkan orang lain. Jabatan manajer melekat satu tanggung jawab utama membantu organisasi mencapai kinerja yang tinggi dengan memanfaatkan semua sumber daya yang ada sehingga memberikan kepuasaan kepada setiap pihak yang ikut serta melaksanakan perkerjaan.
Perkerja ( karyawan/pegawai) menawarkan keterampilan dan kemampuan yang diperlukan untuk menyediakan barang dan jasa dan untuk menghasilkan keuntungan, para perkerja mengharapkan menerima upah atau gaji yang berangsur-angsur meningkat jumlahnya.
Pemasok adalah  pihak yang menyalurkan bahan baku kepada perusahaan-perusahaan guna proses produksinya untuk menghasilkan produk akhir.
Konsumen adalah seseorang atau suatu bisnis yang membeli barang atau jasa untuk digunakan secara pribadi atau organisasi. Konsumen selalu menginginkan produk atau jasa yang terbaik, membeli produk yang sesuai dengan harga yang harus dibayarnya dan menginginkan produk yang dibelinya dapat diandalkan.
1.4            1.5   TUJUAN BISNIS
Tujuan sangat diperlukan bagi setiap bisnis agar tetap beroperasi dan memiliki kelangsungan hidup. Ada beberapa tujuan bisnis, diantaranya adalah Skinner, (1992).
1)      Mencari keuntungan/profit
2)      Mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan
3)      Pertumbuhan perusahaan
4)      Tanggung jawab social
Tujuan keuntungan memegang peranan penting dalam bisnis. Keuntungan dapat dipandang dari 2 sisi yaitu keuntungan bisnis dan keuntungan ekonomis. Keuntungan Bisnis ialah selish antara pendapatan dengan pengeluaran. Yaitu selisih antara harga jual dengan semua biaya produksi dan penjualan produksi termasuk pajak.
Bisnis dapat menghasilkan suatu keuntungan jika ia mengambil risiko memasuki pasar baru dengan menghadapi persaingan dengan bisnis lain, itu karena untuk menghasilkan keuntungan dalam bisnis terkandung factor risiko. Semakin tinggi keuntungan yang diharapkan, akan semakin besar pula risiko yang diahadapi bisnis perusahaan. oleh karena itu, factor resiko perlu diperhitungkan dengan matang dalam menjalankan suatu bisnis.
Sedangkan keuntungan ekonomis adalah sisa hasil usaha setelah pengeluran nyata dan biaya oportunitas diperhitungkan dari pendapatan yang diterima. Yang dimaksud dengan biaya oportunitas adalah biaya dari pemilihan alternatif terbaik penggunaan sumber-sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan dengan mengorbankan alternatif terbaik lainnya bagi penggunaan sumber daya tersebut.
Keempat tujuan bisnis yaitu profit/keuntungan, mempertahankan kelangsungan hidup sosial saling terkait, karena keuntungan perusahaan digunakan untuk mempertahankan hidup perusahaan dan menumbuhkembangkan perusahaan serta merupakan bukti pertanggungjawaban sosial perusahaan dalam bentuk memberikan lapangan perkerjaan kepada masyarakat.


1.5             1.6  INDENTIFIKASI PELUANG BISNIS

Bagi seorang pemula pengusaha suaru usaha dimulai karena adanya suatu peluang (opportunity) bisnis dan ketertarikan pada keuntungan yang diharapkan dari usaha tersebut. Mewujudkan suatu peluang menjadi suatu kenyataan adalah suatu proses yang memerlukan waktu yangvrelatif cukup lama. Waktu diperlukan untuk mengatur prasyarat, seperti menjajaki layak tidaknya suatu usaha tersebut, pencarian sumber modal, ketersediaan bahan baku; sumber daya alam; dan tenaga kerja yang tersedia, serta ketersediaan pasar untuk menyalurkan barang/jasa yang dihasilkan. Dengan demikian mengindentifikasi peluang-peluang bisnis baru, merupakan suatu hal yang tidak mudah bagi para pengusaha terutama bagi pemula.

Ada dua fase pendekatan untuk mengindetifikasi peluang bisnis, yaitu : 
1.      Fase untuk menemukan gagasan
2.      Fase untuk mengindetifikasi peluang bisnis dalam kaitannya dengan gagasan tadi.

Ada empat "tempat", untuk memperoleh gagasan-gagasan peluang bisnis baru, yaitu :
1.      Diri Sendiri
Sumber pertama gagasan yang paling dekat dan mudah adalah pada diri sendiri. Hanya saja dalam hal ini butuh kepekaan. 
2.      Pelanggan
Sumber kedua memperoleh gagasan bisnis baru adalah melalu pelanggan dan pesaing. Sumber gagasan dari pesaing ini lebih sulit, karena mereka tidak begitu saja secara jujur mengatakan segala hal yang ingin kita ketahui. Melalui pelanggan kita dapat mengetahui kekurangan atau kelebihan produk yang mereka beli melalui keluhan ataupun kepuasan yang mereka sampaikan.
3.      Pasar
Keberhasilan suatu produk di suatu pasar kerapkali dapat melahirkan gagasan tentang sukses-sukses potensial di pasar lainnya.
4.      Produk yang gagal
Sumber keempat lahirnya gagasan adalah produk-produk yang gagal. Suatu evaluasi yang mendalam masih adanya permintaan yang cukup besar atas produk itu, asal ciri-ciri negatifnya dihilangkan.

1.6              1.7 MENGEMBANGKAN RENCANA BISNIS

Rencana bisnis tidak hanya untuk wirausaha, tetapi juga untuk investasi atau kreditor yang mungkin memberikan dukungan dana. Wirausaha biasanya memberikan rencananya kepada investor yang mungkin berminat sebagai pemilik sebagian bisnis tersebut. Mereka juga memberikan rencananya kepada kreditor (seperti bank umum)  yang mungkin memberikan pinjaman bisnis tersebut menguntungkan.

Rencana bisnis yang lengkap biasanya termasuk suatu penaksiran lingkungan bisnis, rencana manajemen, rencana pemasaran dan rencana keuangan.

1.      Memperkirakan Lingkungan Bisnis
Ada beberapa lingkungan yang mengelilingi bisnis yaitu lingkungan ekonomi, lingkungan industri dan lingkungan global. (Thompson,2001)
a.       Lingkungan ekonomi
Lingkungan ekonomi diperkirakan untuk menentukan bagaimana permintaan untuk produk mungkin berubah dalam memberikan reaksi kepada kondisi ekonomi yang akan datang. Permintaan sutu produk dapat menjadi sangat sensitif tergantung kekuatan ekonomi.
b.      Lingkungan Industri
Lingkungan industri juga perlu diperkirakan untuk menentukan tingkat pesaing. Jika pasar untuk produksi speaifik hanya dilayani oleh sedikit dan beberapa perusahaan, maka perusahaan baru mungkin dapat menangkap porsi yang signifikan dari pasar.
c.       Lingkungan Global
Lingkungan global perlu diperkirakan untuk menentukan bagaimana permintaan produk mungkin berubah dalam reaksi kepada kondisi global yang akan datang. Permintaan global suatu produk bisa sangat sensitif mengubah ekonomi luar negeri, jumlah pesaing asing, kurs mata uang, dan regulasi perdangangan internasional.

2.      Rencana Manajemen
Rencana manajemen menitikberatkan pada usulan struktur organisasi produksi dan sumber daya manusia dalam perusahaan.
a.       Struktur Organisasi
Struktur organisasi mengindentifikasi peran dan tanggung jawab karyawan yang diperkerjakan oleh perusahaan. Beberapa bisnis mulai dengan asumsi bahwa seluruh tanggung jawab ada pada pundak pemilik, tetapi bila berkembang maka perlu memperkerjakan manajer. Walaupun pemilik pada mulanya yang menjalankan bisnis, mereka harus mengembangkan rencana struktur organisasi kemudian hari.
b.      Produksi
Bermacam keputusan harus dibuat mengenai prose produksi, misalnya lokasi dan fasilitas produksi dan rancangan serta tata letak fasilitas tersebut. Keputusan lokasi dapat menyerupai akibatnya pada kinerja perusahaan karena ini mempengaruhi biaya sewa gedung maupun keuntungan yang dihasilkan oleh bisnis tersebut.
c.       Sumber Daya Manusia
Sumber daya manusia (karyawan) adalah hal yang sangat kritis untuk berhasilnya suatu perusahaan. Suatu bisnis harus merangcang lingkungan kerja yang akan memorivasi karyawan sehingga menolong kerberhasilan kerja yang akan memotivasi karyawan sehingga menolong kerberhasilan bisnis.

3.  Rencana Pemasaran
Rencana pemasaran difokuskan pada target pasar, di samping karakteristik produk penentuan harga, distribusi, dan promosi.
a.       Target Pasar
Profil pelanggan atau karakteristik dari pelanggan khusus berdasarkan jenis kelamin, umur, hobi, dan sebagainya harus diindentifikasi. Ini menolong untuk menentukan target pasar, yang terdiri dari pelanggan yang pantas untuk profil pelanggan.
b.      Karakteristik Pasar
Karakteristik produk harus digambarkan, yang menekankan apa yang menjadikan produk tersebut lebih diminati daripada produk sejenis yang ditawarkan oleh pesaing.
c.       Penentuan Harga
Penawaran harga yang diusulkan dari produk harus diumumkan. Harga produk serupa dengan dijual pesaing harus pula disebutkan. Harga akan mempengaruhi permintaan akan produk.
d.      Promosi
Cara produk dipromosikan harus pula dijelaskan. Strategi promosi harus konsisten dengan profil pelanggan.

 4.     Rencana Keuangan
Rencana keuangan harus menjelaskan mengapa bisnis ini layak dan harus juga menunjukkan bagaimana bisnis ini akan didanai, yaitu berapa dana dari pemilik dan kreditor.
a.       Kelayakan Bisnis
Keuntungan dan biaya bisnis harus diestimasi, untuk menentukan apakah yang layak (apakah pemasukan melebihi pengeluaran). 
Rincian rencana bisnis dapat dipergunakan untuk menciptakan prediksi dari keuntungan yang diharapakan dan pengeluaran bisnis dari waktu ke waktu. Perkiraan keuntungan dan biaya dapat dipakai untuk memprediksi keuntungan periodik. Keuntungan ini dievaluasi untuk menentukan apakah mereka dapat memberikan keuntungan yang layak kepada pemilik. Sebagai tambahan, risiko bisnis harus diperkirakan dengan mengukur ketidakpastian laba yang akan datang. Apabila risiko tinggi, pemilik harus berani mengimplementasikan proyek hanya bila keuntungannya sesuai dengan kompensansi risiko yang dihadapi.
b.      Pendanaan Bisnis
Bisnis harus didukung dengan pendanaan. Sebagian besar bisnis memerlukan modal dasar yang besar untuk menutup pembelian meain peralatan dan mungkin gedung juga. Sementara pemilik biasanya memakai uang sendiri untuk mendanai bisnis.

1.7 SISTEM EKONOMI
      Ada  beberapa sistem ekonomi yang ada, yaitu : 
a. Kapitalisme
    Pada sistem kapitalisme, seseorang bebas untuk memiliki kekayaan, memiliki perusahaan, bersaing secara bebas dalam pasar dan bebas dalam memilih, membuat barang/jasa. Pada negara yang menganut sistem ini, keinginan para pengusaha untuk memperoleh keuntungan memotivasinya untuk selalu memuaskan pelanggan melalui produk (barang/jasa).
b. Komunisme
    Dalam sistem komunisme, pemerintah yang menentukan semua gerak perekonomian. Jenia dan jumlah produksi ditentukan oleh pemerintah tanpa memperhatikan kebutuhan dan keinginan pelanggan sehingga kepuasan diabaikan.
c. Sosialisme
    Pada sistem sosialisme, seseorang relatif bebas untuk memilih usaha, tetapi pemerintah turut campur tangan dengan berusaha menyesuaikan kebutuhan individu dengan kebutuhan masyarakat.
d. Fasisme
    Pada sistem fasisme, pemerintah memiliki semua industri. Orang bebas memilih tempat yang diinginkan atas persetujuan pemerintah.

    Demokrasi ekonomi yang ada di Indonesia, menganfung ciri-ciri :
a. Perekonomian disusun sebagai suatu usaha bersama berdasar kekeluargaan;
b. Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara;
c. Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.
     
     Menurut Skinner(1992), sistem perekonomian didunia pada dasarnya ada 3 tipe, yaitu :
1. Pemerintah memproduksi hampir semua macam barang dan jasa ( A Planned Economy )
2. Perusahaan swasta memproduksi hampir semua barang dan jasa ( Kapitalis Murni )

3. Perusahaan swasta dan negara bersama-sama menghasilkan barang dan jasa ( A Mixed Economy )

sumber : Anoraga, Pandji. 2011. Pengantar Bisnis: Pengelolaan Bisnis dalam Era Globalisasi. Jakarta. PT Rineka Cipta

ATTENTION : NO COPY PASTE !!!!, NO COPY PASTE!!!! , NO COPY PASTE !!!!. HARGAI KERJA KERASKU MERANGKUM BAB INI SEHARIAN. TERIMA KASIH :)